Panen 100 Ikat Kangkung, Warga Binaan Rutan Pelaihari Asah Keterampilan Pertanian dan Kemandirian Pangan

PELAIHARI, INFO_PAS — Dari lahan Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari memetik hasil dari proses perawatan tanaman yang dilakukan secara bertahap. Sebanyak 100 ikat kangkung berhasil dipanen, Kamis (24/9/2026), melalui kegiatan pembinaan pertanian yang sekaligus menjadi sarana mengasah keterampilan dan menumbuhkan kemandirian.

 

Panen tersebut bukan sekadar kegiatan memetik sayuran, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal tahapan budidaya tanaman secara langsung. Mulai dari perawatan, pemantauan pertumbuhan, hingga pemanenan, setiap proses memberikan pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat.

 

Kegiatan yang berlangsung di Kebun SAE Rutan Pelaihari ini melibatkan petugas pembinaan pertanian bersama warga binaan. Melalui pendampingan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan produktif sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi area pertanian yang menghasilkan.

 

Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan kegiatan pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.

 

“Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas positif, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti. Panen 100 ikat kangkung ini merupakan hasil dari proses perawatan dan keterlibatan mereka dalam kegiatan pertanian,” ujarnya.

 

Bagi warga binaan, keterlibatan dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman tersendiri. Amin, salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa proses menanam hingga memanen kangkung memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus menjalani aktivitas yang bermanfaat selama berada di rutan.

 

“Senang rasanya bisa ikut merawat tanaman sampai akhirnya dapat dipanen. Dari kegiatan ini, kami belajar bagaimana menanam dan merawat kangkung dengan baik. Mudah-mudahan keterampilan yang kami dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk mencari penghasilan dan memulai usaha setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Amin.

 

Menurut Amin, kegiatan pertanian juga memberikan pengalaman untuk lebih menghargai proses. Tanaman yang dirawat membutuhkan perhatian dan ketekunan hingga menghasilkan panen yang dapat dimanfaatkan.

 

Hasil panen 100 ikat kangkung tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan lahan Kebun SAE sebagai sarana pembelajaran dan praktik kerja bagi warga binaan. Kegiatan ini sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam mendorong kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di lapas dan rutan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.

 

Melalui pembinaan pertanian yang berkelanjutan, Rutan Pelaihari berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan, membangun kebiasaan kerja produktif, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.

 

Panen kangkung ini menjadi gambaran bahwa pembinaan dapat berlangsung melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari kebun, warga binaan belajar merawat tanaman, menghargai hasil kerja, dan menyiapkan keterampilan yang dapat digunakan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *