Lapas Kelas III Wonreli Sukses Gelar Panen Sayur Kangkung dan Sawi: Implementasi Program Pembinaan Kemandirian

Wonreli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan menggelar panen sayur kangkung dan sawi pada hari ini, Kamis (9/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di Lapas Kelas III Wonreli berjalan efektif. Sayur kangkung dan sawi yang dipanen merupakan hasil kerja keras warga binaan yang telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan bercocok tanam.

Kepala Lapas Kelas III Wonreli, Indra Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi mental dan spiritual warga binaan. “Dengan berkebun, warga binaan belajar bertanggung jawab dan disiplin. Hal ini sangat penting dalam proses reintegrasi mereka ke masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: ‎Personil Koramil 02/Simeulue Tengah Karya Bakti Renovasi Musholla Makam Teuku Diujung Bersama Masyarakat. ‎ ‎Simeulue – Sertu Mendrova Babinsa Koramil 02/Simeulue Tengah, Kodim 0115/Sml, Korem 012/Tu, Wujud Kemanunggalan antara TNI bersama masyarakat terus dibuktikan oleh aparat kewilayahan dengan melaksanakan karya bakti dengan bergotong-royong bersama masyarakat renovasi Musholla Makam Teuku Diujung di Desa Latak Ayah, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue. Sabtu (25/04/2026). ‎ ‎Melalui kegiatan karya bhakti TNI yang dilakukan bersama masyarakat dalam membantu pelaksanaan renovasi pembangunan mushola Makam Teuku Diujung, tidak mengabaikan kesiapsiagaan satuan dalam melaksanakan tugas pokok. ‎ ‎“Kehadiran TNI ditengah masyarakat menjadikan sebuah semangat dalam kegiatan renovasi musholla,” kata Babinsa. ‎ ‎Dalam kesempatannya mengatakan pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan (Babinsa) juga untuk mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kemanunggalan TNI-rakyat melalui kegiatan yang bersifat terpadu dan melibatkan komponen masyarakat. ‎ ‎“Dengan semangat gotong-royong semua pekerjaan tentunya akan menjadi ringan dan semoga dalam waktu dekat renovasi musholla bisa rampung dan dapat kembali digunakan untuk beribadah oleh masyarakat Desa,” ujar Babinsa. ‎ ‎Sedangkan salah satu masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Babinsa yang senantiasa meluangkan waktunya untuk membantu dan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. ‎ ‎“Semoga dengan kegiatan ini ke depan akan lebih memperat silaturahmi antara masyarakat dengan Babinsa dan senantiasa bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan bersama masyarakat,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Indra Gunawan menjelaskan bahwa hasil panen ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan serta sebagian akan dijual. “Keuntungan dari penjualan ini akan digunakan untuk menunjang program pembinaan di Lapas Kelas III Wonreli,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Bapak Ricky Dwi Biantoro, dalam kesempatan lain, memberikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Kelas III Wonreli. “Saya sangat bangga dengan inisiatif dan kerja keras yang telah ditunjukkan oleh Lapas Kelas III Wonreli. Ini adalah contoh yang baik bagaimana program pembinaan kemandirian dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan dan juga bagi Lapas itu sendiri,” ujarnya.

“Kami berkomitmen untuk terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program pembinaan kemandirian seperti ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” tegas Indra Gunawan.

Dengan semangat “Bergerak – Berdampak”, Lapas Kelas III Wonreli terus berupaya menjadi lembaga pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Kontributor : Humas Lapas Wonreli
#SetahunBerdampak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *