Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru menggelar Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Petugas Pemasyarakatan (SIGAP PAS) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu, (29/7), di Lapas Banjarbaru. Kegiatan ini diikuti petugas Kanwil DItjnepas Kalimantan Selatan, petugas Lapas Banjarbaru, serta perwakilan Warga Binaan sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, dan kemampuan teknis dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, didampingi Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, beserta jajaran. Turut hadir unsur Polsek Cempaka, Koramil 1006-07 Banjarbaru, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pemateri yang memberikan pembekalan teknis kepada seluruh peserta.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan. Sebanyak 46 orang petugas, 15 orang anggota Pramuka Warga Binaan, dan 17 orang Kader SIGAP PAS dari Warga Binaan mengikuti kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat di lingkungan Lapas.
Memasuki sesi materi, tim BPBD Provinsi Kalimantan Selatan memberikan pembahasan mengenai manajemen bencana alam, pertolongan pertama, evaluasi mandiri, serta penanganan kebakaran. Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta agar memahami langkah-langkah yang tepat dalam mencegah, merespons, dan menangani situasi kedaruratan secara cepat dan terkoordinasi.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana berupa penanganan kebakaran di lingkungan Lapas Banjarbaru. Seluruh peserta mempraktikkan prosedur tanggap darurat mulai dari penyampaian informasi awal, penggunaan alat pemadam kebakaran, hingga proses evakuasi sesuai standar operasional, sehingga koordinasi antarpetugas dan Warga Binaan dapat berjalan secara efektif.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan pemasyarakatan. “Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh petugas dan Warga Binaan memahami peran serta prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Kesiapsiagaan merupakan kunci untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan seluruh penghuni dan petugas di Lapas Banjarbaru,” tegasnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi berbagai potensi bencana. “SIGAP PAS bukan sekadar pelatihan, tetapi komitmen bersama untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang terukur, terkoordinasi, dan mampu diimplementasikan secara cepat serta tepat oleh seluruh jajaran pemasyarakatan,” jelasnya.
Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ariansyah, berharap kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan. “Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hari ini dapat terus diasah melalui latihan rutin sehingga seluruh unsur di Lapas memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana secara aman dan efektif,” ujarnya.
Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Petugas Pemasyarakatan (SIGAP PAS) ini menjadi wujud komitmen Lapas Kelas Banjarbaru dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan pemasyarakatan. Melalui sinergi dengan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan dan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, diharapkan seluruh petugas dan Warga Binaan semakin siap menghadapi situasi darurat sehingga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di dalam Lapas tetap terjaga secara optimal.






