PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana pagi di Rutan Kelas IIB Pelaihari, Kamis (19/2), terasa berbeda. Hari-hari awal Ramadhan selalu membawa ritme baru: jadwal ibadah lebih padat, aktivitas pembinaan tetap berjalan, dan kebutuhan paling sederhana—rasa aman di kamar hunian—menjadi hal yang makin penting.
Berangkat dari itulah, sekitar pukul 08.40 WITA, jajaran pengamanan Rutan Pelaihari melaksanakan penggeledahan kamar hunian di Blok B, tepatnya kamar 1, 2, 3, dan 4. Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan lingkungan hunian tetap tertib selama Ramadhan.
Penggeledahan dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) bersama tim yang terdiri dari tiga staf serta satu petugas Rupam pagi. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh dan terukur, dengan tujuan meminimalisir potensi masuknya barang terlarang dan berbahaya yang dapat memicu masalah di dalam rutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Pelaihari, Agus Sarwoko, mengatakan penggeledahan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif pada awal Ramadhan.
“Di awal Ramadhan seperti ini, suasana harus kita jaga betul—bukan hanya aman, tapi juga kondusif untuk ibadah dan pembinaan,” ujar Agus.
Ia menambahkan, “Penggeledahan ini bagian dari deteksi dini. Kami ingin memastikan kegiatan pembinaan selama Ramadhan berjalan tertib, sehingga warga binaan bisa menjalani puasa dengan tenang tanpa gangguan dari barang-barang yang tidak semestinya ada di kamar.”
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan beberapa barang yang tidak sesuai ketentuan, yakni 1 botol kaca, 1 korek gas, dan 1 pencukur kumis. Temuan kemudian diamankan, dicatat, dan dilaporkan kepada Kepala Rutan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Bagi warga binaan, kegiatan seperti ini bukan semata pemeriksaan, tetapi juga menjadi penanda bahwa ketertiban adalah kepentingan bersama—terutama saat menjalani ibadah puasa. Salah satu warga binaan, Madi, menilai suasana kamar yang lebih tertib membuat puasa terasa lebih nyaman.
“Kalau kamar aman dan tertib, kami lebih enak jalani puasa. Tidur lebih tenang, ibadah juga lebih fokus,” kata Madi.
Menurut dia, “Razia seperti ini bikin suasana lebih terkendali, jadi sama-sama nyaman.”
Ke depan, barang hasil penggeledahan akan diinventarisir dan didata, lalu direncanakan untuk dimusnahkan disertai Berita Acara Pemusnahan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Pelaihari dalam menjaga keamanan, khususnya pada momentum Ramadhan—ketika ketenangan menjadi kebutuhan semua pihak, baik petugas maupun warga binaan.






