Jelang Ramadhan, Ustadz Arif Ajak Warga Binaan Rutan Pelaihari Benahi Niat dan Ibadah

PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana Masjid Rutan Kelas IIB Pelaihari terasa lebih teduh pada Selasa (17/2) pukul 13.30 WITA. Sejumlah warga binaan duduk rapi, menyimak Pembinaan Kerohanian melalui tausiyah agama yang digelar khusus untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Tausiyah kali ini disampaikan oleh Ustadz Arif. Materinya sederhana, tapi “kena”: tentang persiapan diri menjelang bulan suci—mulai dari niat, kebiasaan ibadah, sampai cara menjaga lisan dan sikap sehari-hari. Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk “merapikan” kembali hati dan perilaku.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Arif mengingatkan agar persiapan tidak dilakukan mendadak. Ia mengajak jamaah memulai dari langkah-langkah kecil yang bisa dikerjakan mulai hari ini.

“Ramadhan itu tamu mulia. Kalau kita ingin menyambut dengan baik, jangan tunggu nanti. Mulai sekarang: luruskan niat, jaga shalat, perbanyak istighfar, dan latih sabar. Puasa bukan cuma menahan lapar, tapi menahan diri,” ujar Ustadz Arif.

Ia juga menekankan bahwa perubahan besar sering lahir dari kebiasaan kecil yang konsisten. Bukan soal seberapa banyak, tapi seberapa sungguh-sungguh.

“Kalau belum bisa banyak, jangan menyerah. Yang penting istiqamah. Satu ayat, satu doa, satu kebaikan setiap hari—itu yang akan menguatkan kita saat Ramadhan datang,” lanjutnya di hadapan jamaah.

Bagi warga binaan, tausiyah semacam ini bukan hanya pengisi waktu, tetapi penguat batin. Zainal, salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan, mengaku materi yang disampaikan terasa dekat dengan kondisi mereka.

“Tausiyah yang disampaikan sangat penting dan bermakna bagi kami. Rasanya seperti diingatkan untuk memperbaiki diri pelan-pelan, mulai dari hal kecil yang sering kita anggap sepele,” ucap Zainal.

Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Zuhur berjamaah. Jamaah tampak khusyuk, seolah tausiyah yang baru didengar menjadi pengantar untuk menenangkan hati sebelum kembali menjalani aktivitas pembinaan.

Melalui pembinaan kerohanian seperti ini, Rutan Kelas IIB Pelaihari terus berupaya menghadirkan ruang refleksi dan penguatan spiritual bagi warga binaan—agar menyambut Ramadhan bukan hanya dengan rutinitas, tetapi juga dengan kesiapan hati dan tekad memperbaiki diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *