PELAIHARI, INFO_PAS — Pembinaan warga binaan tidak hanya menyentuh keterampilan dan kesiapan kembali ke masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk menjaga kehidupan spiritual. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan ibadah dan pembinaan kerohanian bagi tiga warga binaan beragama Katolik yang berlangsung di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh tiga warga binaan dengan pendampingan dari Pastor Kepala CICM Gereja Katolik Pelaihari, CICM Frater atau calon imam Katolik Frater Chris Benedict, serta biarawati Katolik Suster Rosaline dan Suster Elly. Kehadiran para pembimbing rohani memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus memperoleh penguatan dalam kehidupan keagamaan.
Suasana ibadah berlangsung dengan khidmat di aula Rutan. Tiga warga binaan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, menjadikan waktu tersebut sebagai kesempatan untuk berdoa, melakukan refleksi, dan memperkuat hubungan spiritual di tengah proses pembinaan yang sedang mereka jalani.
Pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membangun sisi kepribadian warga binaan. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus membantu warga binaan menata kembali sikap dan cara pandang dalam menjalani kehidupan.
Pendampingan dari pemuka agama juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh penguatan secara langsung sesuai dengan keyakinan yang dianut. Interaksi tersebut membuat pembinaan kerohanian tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah, tetapi turut menghadirkan ruang dialog dan pendalaman nilai-nilai keagamaan.
Pastor Kepala CICM Gereja Katolik Pelaihari mengatakan kegiatan pembinaan kerohanian menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk tetap menjalankan kehidupan iman dan mendapatkan penguatan selama berada dalam masa pembinaan.
“Ibadah menjadi ruang bagi kita untuk berhenti sejenak, berdoa, dan melakukan refleksi. Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan penguatan bagi warga binaan untuk terus menjalani proses kehidupan dengan harapan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Bagi tiga warga binaan yang mengikuti kegiatan, kesempatan menjalankan ibadah bersama pendamping rohani juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan dengan kehidupan keagamaan. Ruang ibadah memberikan kesempatan untuk menenangkan diri sekaligus membangun harapan selama menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Pelaihari terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya. Pembinaan kerohanian menjadi salah satu bagian dari proses pemasyarakatan yang menempatkan pembentukan kepribadian, penguatan nilai moral, dan kesiapan kembali ke masyarakat sebagai bagian yang berjalan beriringan.






