Petakan Kebutuhan dan Kesiapan WBP, PK Bapas Palu Laksanakan Litmas di LPP Palu

Palu — Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) terhadap lima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Palu pada, Kamis(8/10).

 

Kegiatan tersebut mencakup Litmas perawatan tahanan serta Litmas integrasi Pembebasan Bersyarat (PB), sebagai bagian dari proses penggalian data dan penyusunan rekomendasi berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing WBP.

 

PK Muda Bapas Palu, Jaya Saputra, mengatakan pelaksanaan Litmas tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga memastikan setiap rekomendasi didasarkan pada kondisi objektif WBP.

 

“Setiap klien memiliki latar belakang, kebutuhan, dan dinamika yang berbeda. Karena itu, penggalian data harus dilakukan secara menyeluruh agar rekomendasi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan perkembangan klien,” ujar Jaya, yang juga menjabat sebagai Ketua IPKEMINDO Sulawesi Tengah.

 

Menurutnya, proses Litmas juga membutuhkan koordinasi yang baik dengan jajaran LPP Palu, khususnya dalam memperoleh data terkait perkembangan WBP selama menjalani masa pembinaan maupun perawatan.

 

Kasubsi Bimbingan Kerja LPP Palu, Ria Patriacia Tiurma, menyampaikan bahwa kegiatan Litmas menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembinaan WBP.

 

“Sinergi dengan Bapas sangat penting karena PK membutuhkan data perkembangan WBP selama berada di Lapas. Kami terus mendukung proses penggalian data agar informasi yang diberikan dapat menjadi gambaran yang utuh mengenai kondisi WBP,” ungkap Ria.

 

Kepala Bapas Palu, M. Nur Amin, menegaskan bahwa Litmas menjadi instrumen penting dalam memastikan proses pembinaan dan reintegrasi sosial dilaksanakan berdasarkan data yang objektif.

 

“Setiap rekomendasi harus lahir dari proses penelitian yang cermat. Bapas berkomitmen memastikan Litmas dilaksanakan secara profesional dengan memperhatikan kebutuhan, risiko, serta kesiapan setiap klien,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menekankan pentingnya kolaborasi antara Lapas dan Bapas dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi.

 

“Kolaborasi Lapas dan Bapas merupakan bagian penting dalam memastikan proses pembinaan berkelanjutan. Data yang akurat akan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang tepat terhadap setiap WBP,” ujarnya.

 

Pelaksanaan Litmas tersebut menjadi bagian dari upaya Bapas Palu dalam memastikan setiap proses perawatan tahanan maupun usulan integrasi PB dilaksanakan secara terukur, objektif, dan sesuai dengan kondisi masing-masing WBP.

 

HUMAS BAPAS PALU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *