Tetap Produktif Hadapi Kekeringan, Rutan Pelaihari Rawat Tanaman Timun di Kebun SAE

PELAIHARI, INFO_PAS — Kondisi cuaca kering yang melanda wilayah Pelaihari tidak menyurutkan upaya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari dalam menjaga produktivitas pertanian. Melalui kegiatan pengocoran pupuk pada tanaman timun di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), petugas bersama warga binaan terus melakukan perawatan agar tanaman tetap tumbuh optimal meskipun menghadapi tantangan keterbatasan air dan suhu yang cukup panas.

 

Pengocoran pupuk dilakukan dengan memberikan pupuk yang telah dilarutkan ke area perakaran tanaman untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur hara. Perawatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman, terutama ketika kondisi lingkungan kurang mendukung akibat minimnya curah hujan.

 

Di tengah kondisi kekeringan, pemeliharaan tanaman membutuhkan perhatian lebih, mulai dari memantau kelembapan tanah, mengatur pemberian air, hingga memastikan kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Perawatan secara rutin diharapkan dapat menjaga kondisi tanaman timun sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Rutan Pelaihari.

 

Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Amin, mengungkapkan bahwa cuaca panas menjadi tantangan tersendiri dalam merawat tanaman. Meski demikian, ia bersama warga binaan lainnya tetap berupaya menjalankan perawatan secara konsisten agar tanaman timun dapat tumbuh dengan baik.

 

“Sekarang cuaca cukup panas dan tanah lebih cepat kering, jadi tanaman harus lebih diperhatikan. Kami tetap melakukan perawatan, termasuk pengocoran pupuk, supaya kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Harapannya, tanaman timun tetap sehat dan nantinya bisa menghasilkan panen yang baik,” ujar Amin.

 

Petugas pembinaan pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, menjelaskan bahwa perawatan tanaman harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman. Menurutnya, pengocoran pupuk merupakan salah satu langkah pemeliharaan yang perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman, tanpa mengabaikan pengelolaan air secara tepat.

 

“Di tengah cuaca yang cukup panas, kami berupaya menjaga tanaman timun agar tetap tumbuh dengan baik melalui perawatan rutin, termasuk pengocoran pupuk. Warga binaan juga terus kami dorong untuk memahami cara merawat tanaman dengan tepat, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjaga produktivitas kebun, tetapi juga menjadi sarana belajar dan menambah keterampilan di bidang pertanian,” ujar Ridho.

 

Kebun SAE menjadi salah satu sarana pembinaan kemandirian di Rutan Pelaihari yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan pertanian. Melalui pendampingan petugas, warga binaan belajar memahami teknik pemupukan, pemeliharaan tanaman, serta pentingnya ketekunan dan tanggung jawab dalam mengelola lahan produktif.

 

Melalui perawatan tanaman timun yang terus dilakukan di tengah kondisi kekeringan, Rutan Pelaihari berupaya mempertahankan produktivitas Kebun SAE sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal positif bagi mereka untuk mengembangkan kegiatan produktif dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *