PELAIHARI, INFO_PAS — Telur asin menjadi salah satu produk olahan yang terus dibuat oleh warga binaan perempuan di Blok D Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Kegiatan rutin ini berlangsung kembali pada Jumat (9/10/2026), sebagai bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan produktif.
Didampingi petugas, Risa Gayatri, warga binaan menjalani proses pembuatan telur asin dengan memperhatikan kebersihan bahan, ketelitian dalam pengolahan, serta konsistensi mengikuti setiap tahapan. Kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan ini membantu membangun kebiasaan kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.
Risa menjelaskan bahwa menjaga kualitas produk membutuhkan ketekunan dalam setiap proses. Menurutnya, keterampilan mengolah bahan pangan perlu disertai pemahaman tentang kebersihan dan cara kerja yang tepat agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.
“Kami terus mendampingi kegiatan ini agar warga binaan semakin terampil dan terbiasa bekerja dengan teliti. Dalam membuat telur asin, setiap tahapan perlu diperhatikan karena kebersihan, kesabaran, dan konsistensi sangat berpengaruh terhadap hasilnya,” ujar Risa.
Selain melatih keterampilan pengolahan pangan, kegiatan ini membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengenal potensi usaha rumahan. Pengalaman dalam proses produksi dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan, memahami pentingnya menjaga mutu, serta melihat peluang ekonomi setelah kembali ke masyarakat.
Rutinitas produksi juga menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Warga binaan belajar bahwa produk yang baik tidak dihasilkan secara instan, melainkan melalui proses yang dikerjakan dengan tekun dan berkesinambungan.
Rutan Pelaihari terus mendorong pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi warga binaan. Melalui pembuatan telur asin di Blok D, keterampilan yang diasah hari ini diharapkan menjadi modal untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan produktif.






