Tak Menyerah pada Kemarau, Rutan Pelaihari Terus Rawat Tanaman di Kebun SAE

PELAIHARI, INFO_PAS — Kemarau boleh menghadirkan tantangan, tetapi semangat merawat dan menumbuhkan kemandirian tidak boleh berhenti. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan penyiraman dan perawatan tanaman kangkung serta sawi di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Rabu (28/10/2026). Di tengah kondisi kekeringan, petugas pembinaan pertanian bersama warga binaan tetap konsisten merawat tanaman sebagai bagian dari pembinaan kemandirian yang berlangsung secara rutin.

Kondisi cuaca kering membuat pemeliharaan tanaman membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam memenuhi kebutuhan air. Penyiraman menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Perawatan dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman agar kangkung dan sawi tetap mendapatkan pemeliharaan yang sesuai.

Di Kebun SAE, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas menyiram tanaman. Warga binaan terlibat langsung dalam proses perawatan dengan pendampingan petugas pembinaan pertanian, M. Ridho. Melalui aktivitas tersebut, mereka belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten, terlebih ketika menghadapi tantangan alam.

M. Ridho menjelaskan bahwa perawatan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga tanaman sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada warga binaan. Menurutnya, kondisi cuaca kering menjadi pengingat bahwa kegiatan pertanian memerlukan perhatian berkelanjutan dan penyesuaian perawatan berdasarkan kebutuhan tanaman.

“Walaupun kemarau menjadi tantangan, tanaman tetap membutuhkan perawatan yang teratur. Kami berupaya menjaga tanaman kangkung dan sawi melalui penyiraman serta pemeliharaan yang sesuai. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar tekun, sabar, dan bertanggung jawab dalam proses pertanian,” ujar M. Ridho.

Bagi warga binaan, keterlibatan dalam kegiatan pertanian menjadi kesempatan untuk memperoleh keterampilan melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya belajar mengenai pemeliharaan sayuran, tetapi juga memahami bahwa hasil yang baik membutuhkan proses, usaha, dan konsistensi. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebun SAE terus dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan produktif yang menghubungkan keterampilan pertanian dengan pembentukan karakter. Melalui kegiatan perawatan kangkung dan sawi, warga binaan didorong untuk mengembangkan kemampuan, membangun kebiasaan kerja yang positif, serta mempersiapkan diri agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Rutan Pelaihari terus mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Di tengah kekeringan, konsistensi merawat tanaman menjadi gambaran bahwa tantangan tidak harus menghentikan proses belajar dan berkarya. Dengan pendampingan petugas serta keterlibatan warga binaan, Kebun SAE diharapkan terus menjadi ruang tumbuhnya keterampilan, tanggung jawab, dan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *