PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus memperkuat upaya deteksi dini sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Melalui kegiatan Sapa Kasih (Salam Pantau Kesehatan, Keamanan, dan Kebersihan) yang dilaksanakan pada Selasa (21/7) pukul 08.30 WITA di lingkungan Rutan Pelaihari, petugas melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kesehatan, keamanan, dan kebersihan kamar hunian warga binaan.
Kegiatan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, selaku Ketua Tim I Sapa Kasih, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan beserta jajaran pegawai. Melalui pendekatan dialogis, tim menyapa warga binaan sekaligus mendengarkan berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan secara langsung.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga binaan. Hasilnya, terdapat dua orang warga binaan yang menyampaikan memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Menindaklanjuti hal tersebut, petugas kesehatan Rutan Pelaihari segera melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi keduanya tetap terpantau serta memperoleh penanganan yang diperlukan.
Selain aspek kesehatan, tim turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kebersihan kamar hunian sebagai tanggung jawab bersama. Upaya ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk menciptakan lingkungan rutan yang aman, sehat, dan kondusif sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara optimal.
Ka. KPR Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, menegaskan bahwa Sapa Kasih bukan sekadar kegiatan pemantauan rutin, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan.
“Kami mengajak seluruh warga binaan untuk selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih serta tidak ragu menyampaikan apabila mengalami keluhan kesehatan. Di sisi lain, keamanan juga merupakan tanggung jawab bersama. Jagalah ketertiban dan kebersihan kamar hunian agar lingkungan tetap aman, nyaman, dan mendukung proses pembinaan yang sedang dijalani,” ujar M. Adim Prasasta.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, Ramli, mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas yang secara langsung menanyakan kondisi warga binaan memberikan perhatian sekaligus rasa aman.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena kami bisa menyampaikan kondisi kesehatan secara langsung kepada petugas. Tadi saya langsung diperiksa sehingga merasa lebih tenang. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena menunjukkan kepedulian petugas terhadap kesehatan dan keadaan kami,” ungkap Ramli.
Melalui program Sapa Kasih, Rutan Pelaihari terus memperkuat budaya deteksi dini dan pelayanan yang humanis sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan tertib. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya melalui penguatan deteksi dini dan pemeliharaan keamanan di lingkungan rutan.






