SAPA KASIH, Cara Rutan Pelaihari Menyapa Warga Binaan, Mendengar Keluhan, dan Memastikan Hunian Tetap Kondusif

PELAIHARI, INFO_PAS — Perhatian terhadap warga binaan dimulai dari hal sederhana: menyapa, mendengarkan, dan memastikan kondisi mereka tetap baik. Pendekatan tersebut diwujudkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui kegiatan SAPA KASIH (Salam, Pantau, Kesehatan, Keamanan, dan Kebersihan) yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), M. Adim Prasasta, dengan menyambangi kamar dan blok hunian warga binaan.

Berbeda dari pemantauan yang hanya berfokus pada kondisi fisik hunian, SAPA KASIH juga menjadi kesempatan bagi petugas untuk berinteraksi langsung dengan warga binaan. Melalui kunjungan dari kamar ke kamar, petugas menyapa, memantau situasi, serta membuka ruang komunikasi agar warga binaan dapat menyampaikan kondisi yang mereka alami selama menjalani masa pembinaan.

Dalam suasana dialog yang terbuka, warga binaan diberi kesempatan untuk mengutarakan aspirasi, keluhan, maupun curahan hati. Petugas mendengarkan masukan tersebut sebagai bahan perhatian untuk mengetahui kebutuhan di lapangan dan menentukan tindak lanjut sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Aspek kesehatan turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Petugas kesehatan Rutan Pelaihari ikut melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan sesuai kebutuhan. Kehadiran petugas kesehatan di area hunian memudahkan warga binaan menyampaikan keluhan fisik dan memperoleh pemeriksaan awal sebagai bagian dari pelayanan kesehatan.

Selain mendengarkan aspirasi dan memperhatikan kesehatan, petugas juga memantau aspek keamanan serta kebersihan kamar dan blok hunian. Kondisi lingkungan yang tertib dan bersih merupakan bagian penting dalam mendukung kehidupan sehari-hari warga binaan sekaligus menjaga situasi rutan tetap aman dan kondusif.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, menjelaskan bahwa SAPA KASIH menjadi sarana untuk menggabungkan pemantauan hunian dengan pendekatan yang lebih dekat dan humanis kepada warga binaan.

“Melalui SAPA KASIH, kami ingin hadir langsung di tengah warga binaan, bukan hanya memantau keamanan, tetapi juga mendengarkan aspirasi, memperhatikan kesehatan, serta memastikan kebersihan lingkungan hunian. Dengan turun langsung, kami bisa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan menindaklanjuti hal-hal yang membutuhkan perhatian sesuai aturan yang berlaku,” ujar M. Adim Prasasta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan. Aspirasi yang tersampaikan, kondisi kesehatan yang terpantau, serta perhatian terhadap keamanan dan kebersihan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pembinaan yang lebih tertib dan kondusif.

Melalui SAPA KASIH, Rutan Pelaihari terus memperkuat pelaksanaan tugas yang mengedepankan kewaspadaan, kepedulian, dan pelayanan humanis. Dari salam hingga pemantauan menyeluruh di blok hunian, kegiatan ini menjadi wujud perhatian terhadap kebutuhan warga binaan sekaligus komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang pasti bermanfaat untuk masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *