PELAIHARI, INFO_PAS– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melaksanakan panen bayam sebanyak 32 ikat di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Pelaihari, Jumat (24/7/2026), sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian bagi warga binaan.
Kegiatan panen melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan pertanian dengan pendampingan Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho. Bayam yang dipanen merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga memasuki masa panen.
M. Ridho mengatakan kegiatan pertanian di Kebun SAE tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan belajar langsung bagaimana mengelola tanaman mulai dari penanaman hingga panen. Kami berharap keterampilan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal produktif bagi mereka setelah selesai menjalani masa pidana,” kata Ridho.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan, Salam, mengaku senang dapat terlibat dalam proses budidaya hingga memanen hasil tanaman yang telah dirawat.
“Kami belajar merawat tanaman dengan baik sampai akhirnya bisa dipanen. Ada rasa senang melihat hasil dari pekerjaan yang selama ini kami lakukan. Semoga keterampilan ini nantinya bisa bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Salam.
Panen sebanyak 32 ikat bayam tersebut sekaligus menunjukkan keberlanjutan pemanfaatan Kebun SAE sebagai ruang pembinaan produktif. Melalui kegiatan pertanian, Rutan Pelaihari berupaya menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta meningkatkan keterampilan warga binaan di bidang budidaya tanaman.
Program pembinaan pertanian di Kebun SAE juga menjadi bagian dari upaya Rutan Pelaihari mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan lahan produktif untuk kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Rutan Pelaihari berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian berbasis keterampilan sebagai bekal bagi warga binaan agar lebih siap menjalani proses reintegrasi sosial dan mampu hidup produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.






