Rutan Pelaihari Ikuti FGD Pemanfaatan Lahan Idle untuk Perkuat Dukungan terhadap Program Ketahanan Pan

Rutan Pelaihari Ikuti FGD Pemanfaatan Lahan Idle untuk Perkuat Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan

PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari mengikuti kegiatan Focused Group Discussion (FGD) bertema “Pemanfaatan Lahan Idle untuk Mendukung Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual melalui kanal YouTube Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Selasa (23/6).

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pegawai Rutan Pelaihari ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Akhir Implementasi Program Ketahanan Pangan pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang disusun oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). FGD dilaksanakan sebagai forum berbagi pengetahuan dan penguatan strategi dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum produktif untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan menghadirkan narasumber utama Dr. Alfindra Primaldhi, peneliti dari Lembaga Demografi FEB UI, yang memaparkan hasil kajian mengenai potensi dan strategi pemanfaatan lahan idle di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Diskusi juga melibatkan berbagai tokoh dan pemangku kepentingan yang memberikan pandangan serta masukan terkait pengembangan program ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Rutan Pelaihari memperoleh wawasan dan referensi mengenai pengelolaan lahan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung program kemandirian pangan, termasuk sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan. Pemanfaatan lahan yang tepat diharapkan mampu memberikan nilai tambah, baik dari sisi produktivitas maupun manfaat sosial.

Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman jajaran dalam mendukung program ketahanan pangan yang tengah digalakkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Melalui FGD ini, kami mendapatkan banyak informasi dan masukan terkait strategi pemanfaatan lahan yang belum produktif. Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi kami untuk terus mengoptimalkan potensi yang ada di Rutan Pelaihari guna mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Eri.

Keikutsertaan Rutan Pelaihari dalam FGD ini sejalan dengan komitmen mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya program kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur (idle) untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan.

Selain memberikan tambahan wawasan bagi pegawai, kegiatan yang terintegrasi dengan IMIPAS Corporate University ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan bobot pembelajaran sebesar empat Jam Pelajaran (JP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *