Rutan Pelaihari Dorong Karya Warga Binaan Tembus Pasar Lewat Produk Telur Asin SIRUPA

  • Rutan Pelaihari Dorong Karya Warga Binaan Tembus Pasar Lewat Produk Telur Asin SIRUPA

PELAIHARI, INFO_PAS – Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, semangat untuk terus berkarya tidak pernah berhenti. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pembinaan kemandirian pengolahan telur asin yang dilaksanakan pada Senin (13/7/2026), pukul 10.00 WITA hingga selesai, di Aula Rutan Pelaihari. Kegiatan yang rutin digelar setiap dua minggu sekali ini diikuti oleh warga binaan Blok Wanita sebagai upaya menghasilkan produk berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar melalui merek Telur Asin SIRUPA.

Program ini tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu secara produktif, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Hasil produksinya pun menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam setiap proses produksi, warga binaan terlibat secara langsung mulai dari pemilihan telur bebek berkualitas, pembersihan, pembuatan adonan pengasinan, proses pemeraman selama beberapa hari, hingga pencucian dan perebusan sebelum akhirnya dikemas. Seluruh tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan telur asin yang memiliki cita rasa khas, kualitas yang baik, dan layak bersaing di pasaran.

Produk Telur Asin SIRUPA kini telah memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Pelaihari. Keberhasilan tersebut menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus membuktikan bahwa pembinaan di dalam rutan mampu menghasilkan karya yang bernilai jual dan diterima masyarakat.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti pembinaan, Murni, mengaku bangga melihat hasil kerja bersama mulai dikenal masyarakat.

“Saya merasa senang karena produk telur asin yang kami buat bersama teman-teman sudah bisa masuk ke pasar di wilayah Pelaihari. Rasanya bangga ketika hasil karya kami diapresiasi masyarakat. Harapan saya, ke depan Telur Asin SIRUPA bisa menembus pasar yang lebih besar lagi sehingga semakin banyak orang yang mengenal hasil karya warga binaan Rutan Pelaihari,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas pembina kegiatan, Syahrida Amrina, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian bukan sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang.

“Saya merasa senang karena kami bisa belajar bersama. Antusias seluruh warga binaan yang mengikuti pembinaan juga sangat luar biasa. Mereka mengikuti setiap proses dengan sungguh-sungguh, mulai dari pengolahan hingga pengemasan produk. Harapan kami, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan ini dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke masyarakat, sehingga mampu mandiri, membuka peluang usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Pelaihari terus berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya membentuk karakter warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk berkualitas yang mampu memberikan manfaat ekonomi. Telur Asin SIRUPA menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang konsisten dapat melahirkan karya bernilai, sekaligus membuka harapan baru bagi warga binaan untuk menatap masa depan yang lebih produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *