PELAIHARI, INFO_PAS — Tanaman timun di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari terus dirawat sebagai bagian dari proses pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian. Perawatan dilakukan secara rutin untuk memastikan tanaman tumbuh sehat sekaligus menjaga keberlanjutan produktivitas lahan pembinaan.
Kegiatan perawatan tanaman timun dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) oleh Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, bersama warga binaan, Salam. Keduanya melakukan pengecekan kondisi tanaman secara langsung di area Kebun SAE, mulai dari mengamati pertumbuhan batang dan daun hingga memastikan tanaman memperoleh perawatan yang dibutuhkan.
Tidak sekadar menyiram tanaman, proses perawatan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar memahami siklus pertumbuhan tanaman. Kondisi media tanam, kelembapan tanah, kebersihan area sekitar, serta perkembangan tanaman menjadi bagian yang diperhatikan agar timun dapat tumbuh secara optimal.
M. Ridho menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya tanaman tidak hanya ditentukan pada saat penanaman maupun panen. Perawatan yang konsisten menjadi tahapan penting karena dari proses inilah kondisi tanaman dapat dipantau dan potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.
“Tanaman harus diperhatikan secara rutin. Dari perawatan ini kami bisa melihat perkembangan tanaman sekaligus mengetahui apabila ada bagian yang perlu ditangani. Warga binaan juga belajar bahwa dalam pertanian, hasil yang baik membutuhkan ketekunan dan proses yang berkelanjutan,” ujarnya.
Bagi Salam, keterlibatan dalam merawat tanaman memberikan pengalaman yang berbeda. Aktivitas di kebun tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga membentuk kebiasaan untuk bekerja secara teliti dan bertanggung jawab.
“Merawat tanaman mengajarkan kami untuk sabar. Tidak bisa langsung mendapatkan hasil, harus dirawat sedikit demi sedikit sampai tanaman tumbuh dan bisa dipanen,” kata Salam.
Kegiatan tersebut mencerminkan pembinaan kemandirian yang menempatkan proses sebagai bagian penting dari pembelajaran warga binaan. Setiap aktivitas di kebun diarahkan agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di dalam Rutan, tetapi dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Pemanfaatan Kebun SAE untuk kegiatan pertanian juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang mendorong kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Melalui perawatan tanaman timun yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Pelaihari berupaya menjadikan lahan pembinaan bukan sekadar ruang bercocok tanam, melainkan tempat warga binaan membangun keterampilan, kedisiplinan, dan kesiapan untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.






