PELAIHARI, INFO_PAS — Ketekunan merawat tanaman kembali menghasilkan panen di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Pada Selasa (13/10/2026), kegiatan panen menghasilkan sebanyak 43 ikat sawi yang menjadi bagian dari keberlanjutan program pertanian dan pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Rutan Pelaihari.
Panen dilakukan setelah tanaman sawi melalui proses perawatan secara berkala. Pemantauan pertumbuhan, penyiraman, serta pemeliharaan tanaman menjadi bagian dari kegiatan yang terus dilakukan agar komoditas yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik dan siap dipanen.
Hasil panen kali ini memperlihatkan bahwa pengelolaan kebun membutuhkan ketelatenan dan konsistensi. Setiap tahapan, mulai dari perawatan hingga waktu panen, menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
Kebun SAE tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat budidaya sayuran, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan pertanian, warga binaan berkesempatan mengenal proses budidaya secara langsung serta membangun keterampilan yang dapat berguna setelah kembali ke masyarakat.
Petugas pembinaan pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, menyampaikan bahwa perawatan yang dilakukan secara rutin menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian. Menurutnya, hasil panen merupakan dorongan untuk terus memelihara tanaman dan mengembangkan komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan.
“Panen 43 ikat sawi ini menjadi hasil dari perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami terus berupaya menjaga tanaman agar tumbuh optimal dan lahan SAE tetap produktif. Harapannya, kegiatan pertanian ini dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat dalam pembinaan kemandirian warga binaan,” ujar Ridho.
Selain menghasilkan sayuran, kegiatan di Kebun SAE turut menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketekunan. Proses budidaya mengajarkan bahwa hasil yang baik membutuhkan perawatan yang konsisten serta perhatian terhadap setiap tahap pertumbuhan tanaman.
Rutan Pelaihari terus mengembangkan kegiatan pertanian di Kebun SAE sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian. Pemanfaatan lahan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjaga produktivitas kebun sekaligus membuka kesempatan bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan di bidang pertanian.
Panen 43 ikat sawi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pertanian yang terus berjalan di Rutan Pelaihari. Dengan perawatan teratur dan pengelolaan yang berkesinambungan, Kebun SAE diharapkan tetap menjadi ruang produktif yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai pembinaan bagi warga binaan.






