PELAIHARI, INFO_PAS — Deretan tanaman timun di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Pelaihari terus dirawat untuk menjaga pertumbuhannya. Kamis (17/9/2026), Petugas Pembinaan Pertanian M. Ridho bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Junai melakukan penyiraman sekaligus pengecekan kondisi tanaman.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perawatan tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. WBP dilibatkan secara langsung untuk memperoleh pengalaman dalam mengelola tanaman, memahami kebutuhan pertanian, serta membangun kebiasaan kerja yang disiplin dan konsisten.
Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, menjelaskan pemanfaatan Kebun SAE terus diarahkan agar memberikan manfaat ganda, yakni menghasilkan tanaman produktif sekaligus menjadi ruang belajar bagi WBP. Hal tersebut sejalan dengan perhatian Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, terhadap pengembangan kegiatan pembinaan yang memiliki hasil nyata.
“Kebun SAE kami manfaatkan bukan hanya untuk menghasilkan tanaman, tetapi juga sebagai tempat warga binaan belajar bekerja secara konsisten. Mereka dilibatkan dalam setiap proses agar memahami bahwa hasil yang baik membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, dan perawatan yang terus dilakukan,” ujar Ridho.
Menurutnya, penyiraman dan pengecekan tanaman dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kondisi tanaman dan lingkungan. Proses sederhana tersebut mengajarkan WBP bahwa hasil pertanian tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan melalui proses yang membutuhkan ketekunan.
Junai mengaku mendapatkan pengalaman baru dari keterlibatannya dalam kegiatan pertanian. “Tidak cukup hanya menanam, tanaman juga harus diperhatikan dan dirawat secara rutin supaya bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.
Kebun SAE Rutan Pelaihari terus dikembangkan sebagai ruang pembinaan produktif sekaligus bagian dari pemanfaatan lahan untuk mendukung program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.






