PELAIHARI, INFO_PAS — Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali menunjukkan produktivitasnya melalui hasil pertanian yang dikelola dalam program pembinaan kemandirian warga binaan. Sebanyak 4 kilogram cabai berhasil dipanen pada Jumat (21/8/2026).
Panen berlangsung di area Kebun SAE Rutan Kelas IIB Pelaihari dengan melibatkan Petugas Pembinaan Pertanian, M. Ridho, bersama warga binaan Fendi. Proses pemanenan dilakukan dengan memetik cabai yang telah tumbuh optimal dan dinilai siap untuk dipanen.
M. Ridho mengatakan, hasil panen tersebut menjadi salah satu indikator positif dari perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin dan terarah. Menurutnya, setiap tahapan dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan mengenai cara mengelola tanaman sekaligus membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.
“Panen 4 kilogram cabai ini merupakan hasil dari proses perawatan yang dilakukan secara rutin. Yang paling penting, warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam mengelola tanaman dari proses perawatan hingga panen,” ujar Ridho.
Ia menjelaskan, perawatan tanaman dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan tanaman, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pemantauan pertumbuhan. Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama sehingga warga binaan dapat memahami proses budidaya secara langsung.
Bagi warga binaan Fendi, keterlibatan dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman tersendiri. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, dirinya juga memperoleh pengetahuan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Senang bisa ikut merawat tanaman sampai panen. Dari sini kami belajar untuk lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berjalan,” kata Fendi.
Program pertanian di Kebun SAE menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Rutan Pelaihari. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian, tetapi juga dibekali keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Hasil panen cabai tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Pelaihari dalam mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif. Ke depan, pengelolaan Kebun SAE diharapkan semakin berkembang dan mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian lainnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian dapat dilakukan melalui aktivitas produktif yang memberikan manfaat nyata, baik dalam membangun keterampilan warga binaan maupun mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia di lingkungan Rutan Pelaihari.






