PESERTA MAGANG PAMERKAN DUA INOVASI, DUKUNG PROGRAM PEMBINAAN DI LAPAS KELAS III WONRELI
Wonreli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli menggelar kegiatan pemaparan hasil inovasi yang telah dikembangkan oleh peserta magang selama melaksanakan kegiatan pembelajaran di lingkungan Lapas Wonreli. Kegiatan ini menjadi bentuk penilaian akhir sekaligus wujud kontribusi nyata peserta magang bagi kemajuan program kerja Lapas.
Dalam pemaparannya, disajikan dua inovasi unggulan yang telah disusun dan diterapkan, yaitu Inovasi Taman Sayur dan Inovasi Pembuatan Abon. Jumat (12/6).
Pertama, Inovasi Taman Sayur yang bertujuan memanfaatkan lahan kosong secara optimal untuk ditanami berbagai jenis sayuran yang bernilai gizi dan ekonomi. Melalui konsep ini, lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan diubah menjadi lahan produktif yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi harian serta mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bertani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kedua, Inovasi Pembuatan Abon yang dikembangkan sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk olahan pangan. Inovasi ini memanfaatkan bahan baku yang tersedia, diolah menjadi produk yang tahan lama, memiliki nilai jual lebih tinggi, serta dapat menjadi keterampilan wirausaha yang bermanfaat bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat kelak.
Kepala Lapas Kelas III Wonreli, Indra Gunawan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas karya dan semangat yang ditunjukkan oleh para peserta magang. Menurutnya, kedua inovasi tersebut sangat relevan dan mendukung program pembinaan kemandirian yang telah dijalankan di Lapas.
“Inovasi yang disajikan tidak hanya bersifat teori, tetapi sudah bisa diterapkan secara langsung. Taman sayur dapat mendukung penyediaan pangan sehat, sedangkan pembuatan abon menambah keterampilan usaha bagi warga binaan. Semoga hasil ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi lembaga dan warga binaan,” ujar Indra Gunawan.
Pemaparan berlangsung secara interaktif, dihadiri oleh jajaran pejabat dan pembimbing lapangan. Kedua inovasi tersebut dinilai layak untuk dikembangkan lebih lanjut dan dijadikan bagian dari program kerja rutin Lapas Kelas III Wonreli.
Kontributor: Humas Lapas Kelas III Wonreli






