Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru kembali gelar razia rutin kamar hunian warga binaan sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Rabu (2/9). Razia tersebut bagian dari upaya memperkuat komitmen berantas peredaran handphone, pungutan liar, dan narkoba (Zero Halinar) di lingkungan Lapas Banjarbaru.
Razia dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib), serta diikuti Kepala Subseksi Kamtib, Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib (Portatib), staf KPLP, staf Adm. Kamtib, dan Regu Pengamanan.
Razia difokuskan di Blok Padjajaran, khususnya kamar 12 dan 16. Petugas geledah badan warga binaan, kamar hunian, beserta barang-barang milik Warga Binaan secara menyeluruh untuk mendeteksi dan mencegah keberadaan barang yang dilarang.
Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil menemukan dan mengamankan 1 senjata tajam rakitan, 1 paku, 1 sendok stainless, 1 gulungan kabel listrik, serta 1 alat cukur. Seluruh barang temuan didata dan diamankan sesuai prosedur untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkotika. Hasil ini bagian dari upaya pengawasan dan deteksi dini yang dilakukan secara rutin maupun insidentil untuk menjaga kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali.
Kepala KPLP Lapas Banjarbaru, Jagad Agus Nugroho, mengatakan razia dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtib. Ia pun menegaskan akan terus memperkuat pengawasan melalui razia rutin dan insidentil serta tingkatkan kewaspadaan seluruh jajaran.
“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi gangguan keamanan baru melakukan tindakan. Razia secara rutin maupun insidentil menjadi upaya kami untuk memastikan kondisi blok hunian warga binaan tetap aman dan terkendali,” jelas Jagad.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar harus diwujudkan melalui pengawasan dan penegakan aturan secara konsisten. Menurutnya, razia tersebut merupakan dukungan terhadap Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Zero Halinar bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pengawasan yang konsisten, deteksi dini, serta tindakan sesuai aturan. Kami berkomitmen menjaga Lapas Banjarbaru tetap aman, tertib, dan bebas dari Halinar,” tegas Irwanto.
Pelaksanaan razia berlangsung dengan aman dan tertib, petugas mengedepankan prinsip humanis, profesional, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui razia rutin tersebut, Lapas Banjabaru berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan serta membangun lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.






