Pendidikan Kesetaraan Berbasis Keterampilan, Warga Binaan Rutan Pelaihari Belajar Tata Boga Bersama SKB Pelaihari

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Keterampilan, Warga Binaan Rutan Pelaihari Belajar Tata Boga Bersama SKB Pelaihari

PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan tata boga berupa pembuatan kue kukus dan kue putu mayang, yang dilaksanakan di Aula Rutan Pelaihari, Rabu (24/6).

Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan peserta program kesetaraan dan dibimbing langsung oleh instruktur dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pelaihari. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, staf Rutan Pelaihari, serta Pamong Belajar SPNF SKB Pelaihari, Imam Khozin, bersama para tutor dan instruktur.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal hidup bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Galang Tresno Prakoso, menyampaikan bahwa pembinaan yang diberikan kepada warga binaan harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan keterampilan tata boga ini, kami ingin membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan di masa depan. Pendidikan dan keterampilan harus berjalan beriringan agar proses pembinaan benar-benar memberikan dampak positif ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Galang.

Sementara itu, instruktur tata boga dari SKB Pelaihari, Sulis, mengaku senang melihat antusiasme warga binaan selama mengikuti pelatihan.

“Saya sangat senang melihat semangat para peserta. Dari awal proses pengolahan bahan, mengikuti arahan, hingga akhirnya berhasil menghasilkan kue kukus dan putu mayang yang enak. Mereka terlihat antusias belajar dan tidak ragu bertanya ketika menemui kesulitan. Semangat seperti ini menjadi modal yang sangat baik untuk terus berkembang,” ungkap Sulis.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan kue, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, hingga proses penyajian hasil akhir.

Salah seorang warga binaan peserta program kesetaraan, Herman, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang bisa mengikuti pembelajaran hari ini karena memberikan ilmu yang bermanfaat dan bisa langsung dipraktikkan. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih percaya diri dan termotivasi untuk belajar hal-hal baru. Harapan saya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membuka usaha atau bekerja secara mandiri setelah bebas nanti,” tuturnya.

Melalui sinergi antara Rutan Pelaihari dan SKB Pelaihari, program pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga binaan, tetapi juga membentuk kemandirian serta keterampilan yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial mereka setelah menyelesaikan masa pidana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *