PELAIHARI, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dilaksanakan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus menghasilkan manfaat nyata. Kali ini, warga binaan berhasil memanen 30 ikat bayam segar dari Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (20/7) pukul 10.00 WITA. Kegiatan panen berlangsung di bawah pengawasan petugas Rutan Pelaihari yang bertanggung jawab atas pembinaan kemandirian bidang pertanian.
Panen bayam tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang secara konsisten melibatkan warga binaan dalam setiap tahapan budidaya tanaman, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman, penyiraman, pemupukan, hingga panen. Hasil panen yang diperoleh memiliki kualitas yang baik dan siap dipasarkan, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Rutan mampu menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomi.
Selain mengajarkan keterampilan bercocok tanam, kegiatan ini juga membangun kebiasaan bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Warga binaan tidak hanya diajarkan menghasilkan panen, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kualitas tanaman agar tetap memberikan hasil yang optimal.
Petugas pembinaan pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan bahwa keberhasilan panen bukan diukur dari banyaknya hasil yang diperoleh, melainkan dari proses belajar yang dijalani warga binaan hingga mampu memahami seluruh siklus budidaya tanaman.
“Yang kami tanam di sini bukan hanya bayam, tetapi juga keterampilan dan rasa percaya diri. Setiap tanaman yang dipanen adalah hasil dari proses belajar yang mereka jalani dengan sungguh-sungguh. Kami berharap ketika kembali ke masyarakat nanti, mereka memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja, berusaha, atau bahkan mengembangkan usaha pertanian secara mandiri. Inilah semangat pembinaan yang sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada di Lapas dan Rutan,” ujar Ridho.
Salah seorang warga binaan peserta pembinaan, Salam, mengaku kegiatan di Kebun SAE telah mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan di bidang pertanian. Menurutnya, proses yang dijalani setiap hari mengajarkan kesabaran sekaligus memberikan harapan baru untuk masa depan.
“Dulu saya menganggap bertani itu pekerjaan yang biasa saja. Setelah mengikuti pembinaan di sini, saya baru merasakan bahwa merawat tanaman membutuhkan ketelatenan, kesabaran, dan tanggung jawab. Saat melihat bayam yang kami tanam tumbuh subur hingga akhirnya dipanen, ada rasa bangga yang sulit dijelaskan. Saya percaya keterampilan ini akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika saya kembali ke keluarga dan masyarakat nanti,” ungkap Salam.
Program pembinaan kemandirian melalui Kebun SAE merupakan salah satu upaya Rutan Pelaihari dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah selesai menjalani masa pidana. Melalui kegiatan yang berorientasi pada proses dan hasil, pembinaan tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang siap dipasarkan, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih produktif, mandiri, dan siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.






