Panen 18 Karung Goni Jagung Manis, Rutan Pelaihari Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Pembinaan Warga Binaan

Panen 18 Karung Goni Jagung Manis, Rutan Pelaihari Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Pembinaan Warga Binaan

PELAIHARI, INFO_PAS — Barisan tanaman jagung manis yang tumbuh subur di Kebun SAE Rutan Kelas IIB Pelaihari akhirnya memasuki masa panen. Hasilnya pun membuktikan bahwa pemanfaatan lahan secara produktif mampu memberikan manfaat nyata, baik sebagai sarana pembinaan warga binaan maupun sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Panen jagung manis dilaksanakan pada Selasa (02/06) pukul 10.00 WITA di Kebun SAE Rutan Pelaihari. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, bersama pejabat struktural, pegawai, serta warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian bidang pertanian.

Panen kali ini menghasilkan sebanyak 18 karung goni jagung manis yang siap dipasarkan untuk memenuhi pesanan masyarakat sekitar maupun kebutuhan pasar. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini mampu menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomis.

Kegiatan ini sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada sektor kemandirian pangan melalui program pertanian di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia secara produktif.

Tidak hanya berfokus pada hasil panen, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Mereka terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.

Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, mengatakan bahwa keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian yang dijalankan mampu memberikan hasil yang terukur sekaligus manfaat jangka panjang bagi warga binaan.

“Panen jagung manis ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian yang kami jalankan terus bergerak dan berkembang. Yang terpenting bukan hanya hasil panennya, tetapi bagaimana warga binaan memperoleh keterampilan, pengalaman, dan etos kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Ke depan, program pertanian di Kebun SAE akan terus kami optimalkan agar semakin produktif dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Eri.

Sementara itu, salah satu warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian mengaku bangga dapat terlibat dalam proses pertanian yang menghasilkan panen memuaskan.

“Awalnya lahan ini belum menghasilkan apa-apa, tetapi dengan bimbingan petugas dan kerja sama yang baik, kami belajar mengelola lahan sampai akhirnya bisa panen seperti sekarang. Kami merasa bangga karena hasilnya nyata dan bisa dipasarkan kepada masyarakat. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga mengajarkan kami tentang tanggung jawab, kerja keras, dan kesabaran,” ungkapnya.

Melalui pemanfaatan Kebun SAE, Rutan Pelaihari terus menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas. Hasil panen yang diperoleh tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu membuka peluang dan harapan baru bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *