Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru memanen 100 kilogram jagung kering jenis Bisi 18 di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Jumat, (23/10), sebagai upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia sekaligus mendukung kebutuhan pakan ternak ayam. Hasil panen ini menjadi bagian dari upaya Lapas Banjarbaru memperkuat ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian produktif.
Panen dilaksanakan di area beranggang SAE 1 pada lahan seluas 100 meter persegi dan dihadiri Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/anak didik dan Kegiatan Kerja, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Kepala Subseksi Registrasi, dua orang staf Kegiatan Kerja, serta tiga orang Warga Binaan. Hasil panen tersebut diperoleh melalui proses penanaman dan perawatan jagung yang melibatkan Warga Binaan secara berkelanjutan.
Kalapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan untuk pertanian merupakan langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki Lapas. “Kami berupaya memanfaatkan lahan yang tersedia agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Hasil panen jagung ini tidak hanya mendukung kebutuhan pakan ternak ayam di Lapas Banjarbaru, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan,” ujarnya.
Kegiatan pertanian ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta Program 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya kemandirian pangan melalui pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dengan memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum digunakan secara optimal. Jagung kering hasil panen selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam di Lapas Banjarbaru sehingga hasil pertanian dapat memberikan manfaat langsung bagi kegiatan peternakan.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam perawatan hingga panen jagung, AA (50), mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan baru di bidang pertanian. “Kami ikut merawat tanaman sampai akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa pertanian membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab, serta hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di Lapas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarbaru berharap pemanfaatan lahan SAE 1 dapat terus dikembangkan untuk menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat dan mendukung kebutuhan peternakan. Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, kegiatan ini diharapkan mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif dan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.






