PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan kepribadian dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai ruang belajar, rehabilitasi, dan penguatan karakter. Kegiatan yang diikuti oleh warga binaan Blok Wanita ini dilaksanakan pada Senin (20/7) di Perpustakaan Rutan Pelaihari dengan pengawasan langsung oleh petugas.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk membaca sekaligus meminjam berbagai koleksi buku yang tersedia, mulai dari buku keagamaan, motivasi, hingga buku keterampilan. Kehadiran perpustakaan tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga menjadi media rehabilitasi, pemulihan mental, dan edukasi yang mendukung proses pembentukan karakter agar warga binaan memiliki bekal positif saat kembali ke masyarakat.
Suasana perpustakaan tampak dipenuhi antusiasme warga binaan yang memilih buku sesuai minat masing-masing. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pengetahuan sekaligus mengisi waktu pembinaan dengan kegiatan yang bermanfaat.
Salah seorang warga binaan, Amel, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, perpustakaan menjadi tempat yang membuka kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
“Saya merasa beruntung karena diajak ke perpustakaan Rutan Pelaihari. Di sini kami bisa membaca sekaligus meminjam buku untuk dibaca kembali di kamar. Buku-buku yang tersedia memberi banyak pengetahuan baru dan motivasi. Bagi saya, buku sudah seperti teman baru yang selalu mengajarkan hal-hal baik dan membuat saya semakin semangat untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Amel.
Sementara itu, petugas Rutan Pelaihari yang mengawasi kegiatan, Syahrida Amrina, berharap koleksi buku yang dipinjam dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian.
“Kami berharap setiap buku yang dipinjam tidak hanya selesai dibaca, tetapi juga dapat dipahami dan diterapkan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Semoga ilmu, motivasi, maupun keterampilan yang diperoleh dari buku menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Syahrida.
Melalui pembinaan berbasis literasi ini, Rutan Pelaihari terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan, tetapi juga mendukung proses rehabilitasi mental dan pembentukan karakter. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membina warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih sadar, bertanggung jawab, serta siap kembali berperan positif di lingkungan masyarakat.






