Lapas Kelas III Wonreli Dorong Kreativitas WBP Melalui Kerajinan Berbahan Tanduk Kerbau

Wonreli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli terus berkomitmen mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui pembuatan kerajinan tangan berupa cincin dan gelang berbahan dasar tanduk kerbau yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomis.

 

Dalam proses pembuatannya, WBP memanfaatkan tanduk kerbau yang diolah secara bertahap, mulai dari pemotongan bahan, pembentukan pola, penghalusan, hingga proses finishing. Dengan ketelitian dan kreativitas, bahan alami tersebut disulap menjadi aksesori yang unik, menarik, dan siap dipasarkan.

 

Program pembinaan ini tidak hanya bertujuan mengembangkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun karakter WBP agar lebih disiplin, tekun, serta memiliki jiwa kewirausahaan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan taraf hidup setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Baca juga: ‎Personil Koramil 02/Simeulue Tengah Karya Bakti Renovasi Musholla Makam Teuku Diujung Bersama Masyarakat. ‎ ‎Simeulue – Sertu Mendrova Babinsa Koramil 02/Simeulue Tengah, Kodim 0115/Sml, Korem 012/Tu, Wujud Kemanunggalan antara TNI bersama masyarakat terus dibuktikan oleh aparat kewilayahan dengan melaksanakan karya bakti dengan bergotong-royong bersama masyarakat renovasi Musholla Makam Teuku Diujung di Desa Latak Ayah, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue. Sabtu (25/04/2026). ‎ ‎Melalui kegiatan karya bhakti TNI yang dilakukan bersama masyarakat dalam membantu pelaksanaan renovasi pembangunan mushola Makam Teuku Diujung, tidak mengabaikan kesiapsiagaan satuan dalam melaksanakan tugas pokok. ‎ ‎“Kehadiran TNI ditengah masyarakat menjadikan sebuah semangat dalam kegiatan renovasi musholla,” kata Babinsa. ‎ ‎Dalam kesempatannya mengatakan pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan (Babinsa) juga untuk mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kemanunggalan TNI-rakyat melalui kegiatan yang bersifat terpadu dan melibatkan komponen masyarakat. ‎ ‎“Dengan semangat gotong-royong semua pekerjaan tentunya akan menjadi ringan dan semoga dalam waktu dekat renovasi musholla bisa rampung dan dapat kembali digunakan untuk beribadah oleh masyarakat Desa,” ujar Babinsa. ‎ ‎Sedangkan salah satu masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Babinsa yang senantiasa meluangkan waktunya untuk membantu dan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. ‎ ‎“Semoga dengan kegiatan ini ke depan akan lebih memperat silaturahmi antara masyarakat dengan Babinsa dan senantiasa bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan bersama masyarakat,” pungkasnya.

Plh. Kepala Lapas Kelas III Wonreli, Max R. Latukolan, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia yang produktif.

 

“Melalui pembinaan keterampilan seperti pembuatan cincin dan gelang dari tanduk kerbau ini, kami berharap Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, tetapi juga memperoleh kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri setelah bebas nanti. Hasil karya mereka merupakan bukti bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan berkarya apabila diberikan pembinaan yang tepat,” ujar Max.

 

Lapas Kelas III Wonreli akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang inovatif dan produktif sebagai upaya mendukung tujuan Sistem Pemasyarakatan, yakni membentuk Warga Binaan yang sadar akan kesalahannya, memperbaiki diri, serta mampu kembali berperan aktif sebagai anggota masyarakat yang taat hukum, mandiri, dan produktif.

 

Kontributor: Lapas Wonreli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *