Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan asesmen terhadap 158 Warga Binaan untuk Program Pusat Rehabilitasi dan Re-edukasi Nasional di Aula II Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Rabu, (14/10), guna memetakan kebutuhan pembinaan serta kesiapan Warga Binaan melalui tahapan penilaian yang terstruktur. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan petugas terkait untuk memastikan proses asesmen berjalan objektif dan menyeluruh.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Rifaldi Shandri Akbar, Kepala Subseksi Perawatan, serta Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Regbimkemas). Kehadiran jajaran pejabat struktural tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan asesmen sebagai bagian dari proses pembinaan Warga Binaan.
Pelaksanaan asesmen diawali dengan skrining administrasi melalui pemeriksaan dokumen dan wawancara oleh asesor Lapas, dilanjutkan dengan penilaian kesiapan fisik dan mental oleh petugas kesehatan. Tahapan berikutnya meliputi penilaian risiko dan stabilitas berdasarkan dokumen pada Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), dengan melibatkan asesor, petugas bimbingan kemasyarakatan dan perawatan, serta petugas registrasi untuk mendukung ketepatan data dan hasil penilaian.
Selanjutnya, asesmen mencakup penggalian minat, bakat, dan motivasi melalui wawancara, serta penilaian sikap kerja yang melibatkan Wali Pemasyarakatan dan petugas pembinaan kegiatan kerja. Tahap akhir dilakukan melalui skoring dan penetapan keputusan oleh asesor yang menangani tahap awal, disertai pengesahan oleh asesor, peninjau atau supervisor, Wali Pemasyarakatan, serta tenaga kesehatan agar hasil penilaian dapat menjadi dasar penentuan program yang sesuai dengan kebutuhan Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, menegaskan bahwa asesmen merupakan langkah penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan kebutuhan Warga Binaan sebelum menentukan bentuk pembinaan yang tepat. “Melakukan Asesmen yang terstruktur dan objektif, maka kebutuhan serta potensi setiap Warga Binaan dapat teridentifikasi dengan baik sehingga pelaksanaan program rehabilitasi dan re-edukasi dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat untuk Warga Binaan itu sendiri” tegasnya.
Kepala Seksi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Rifaldi Shandri Akbar, menekankan bahwa asesmen menjadi dasar untuk mengidentifikasi minat, bakat, motivasi, serta kebutuhan pembinaan setiap Warga Binaan. “Melalui tahapan asesmen ini, menginginkan setiap Warga Binaan dapat mengikuti program rehabilitasi dan re-edukasi secara serius dan maksimal, sehingga dapat meningkatkan kemampuan diri, serta memotivasi diri menjadi yang lebih baik dari sebelumnya” jelasnya.
Seluruh rangkaian asesmen terhadap 158 Warga Binaan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Banjarbaru berharap hasil penilaian dapat menjadi dasar pelaksanaan program rehabilitasi dan re-edukasi yang tepat sasaran, mendukung perubahan perilaku, serta mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.






