PELAIHARI, INFO_PAS — Menjaga kesehatan warga binaan tidak cukup hanya dengan menangani ketika keluhan muncul. Deteksi dini menjadi bagian penting agar kondisi kesehatan dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari melalui pemantauan penyakit tidak menular (PTM) terhadap warga binaan, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan dan pemeriksaan terhadap warga binaan yang memiliki riwayat hipertensi maupun diabetes melitus. Dari 35 warga binaan yang menjadi sasaran, tercatat 22 orang dengan hipertensi, 4 orang mengalami hipertensi disertai diabetes melitus, dan 9 orang dengan diabetes melitus.
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif dan promotif untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan secara berkala. Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi petugas kesehatan dalam menentukan tindak lanjut serta memantau kondisi warga binaan yang membutuhkan perhatian lebih.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, mengatakan pemantauan secara rutin penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terkontrol.
“Pemeriksaan ini bukan hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan saat ini, tetapi juga menjadi dasar pemantauan secara berkelanjutan. Hasilnya dievaluasi setiap minggu dan apabila diperlukan, terapi medis ditindaklanjuti sesuai anjuran dokter klinik,” ujar Galang.
Data hasil pemeriksaan juga dimasukkan ke dalam aplikasi atau database PTM Kementerian Kesehatan RI. Pencatatan tersebut membantu petugas memperoleh data kesehatan yang lebih terukur sekaligus mendukung kesinambungan pemantauan dan pelayanan kesehatan warga binaan.
Langkah tersebut sejalan dengan perhatian Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, terhadap pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan deteksi dini. Dengan pemantauan yang teratur, perubahan kondisi kesehatan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat diberikan secara tepat.






