Dua CPNS Rutan Pelaihari Raih Peringkat 2 dan 4 pada Penutupan Latsar CPNS

PELAIHARI, INFO_PAS – Dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari menorehkan prestasi dalam Seminar Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (7/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rutan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, tersebut diikuti Nada Sifa Maulidia dari Angkatan 34 dan Ahmad Halim Zain dari Angkatan 35. Keduanya didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, selaku mentor.

 

Seminar laporan aktualisasi merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian Latsar CPNS. Pada tahapan ini, peserta memaparkan hasil penerapan rancangan aktualisasi yang telah dilaksanakan selama masa habituasi di unit kerja, mulai dari proses pelaksanaan, hasil yang diperoleh, manfaat inovasi, hingga rencana tindak lanjut.

 

Nada Sifa Maulidia mengangkat inovasi berjudul “Optimalisasi Penggunaan Alat Kaca Inspeksi Guna Deteksi Dini Gangguan Keamanan pada Pemeriksaan Kendaraan Pengangkut Bahan Makanan di Rutan Kelas IIB Pelaihari.”

 

Inovasi tersebut berfokus pada optimalisasi penggunaan alat kaca inspeksi sebagai sarana pendukung pemeriksaan kendaraan pengangkut bahan makanan yang masuk ke lingkungan Rutan Pelaihari. Pemanfaatan alat tersebut diharapkan membantu petugas melakukan pemeriksaan secara lebih efektif dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan maupun barang yang tidak diperbolehkan masuk ke lingkungan rutan.

 

Sementara itu, Ahmad Halim Zain mengembangkan inovasi dengan judul “Optimalisasi Pengelolaan Data Barang Titipan Narapidana/Tahanan melalui Pengembangan Website Pencatatan Barang Titipan di Rutan Kelas IIB Pelaihari.”

 

Inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pencatatan barang titipan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pengembangan website diharapkan dapat mendukung pencatatan data secara lebih tertib, terstruktur, dan mudah ditelusuri, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan administrasi barang titipan.

 

Dalam pemaparannya, kedua peserta menyampaikan proses pelaksanaan aktualisasi, hasil yang telah dicapai, manfaat inovasi, serta rencana tindak lanjut agar gagasan yang dikembangkan dapat terus diterapkan dan disempurnakan sesuai kebutuhan di lingkungan Rutan Pelaihari.

 

Hasil membanggakan diraih keduanya. Nada Sifa Maulidia dari Angkatan 34 berhasil meraih Prestasi Istimewa dengan peringkat ke-4, sedangkan Ahmad Halim Zain dari Angkatan 35 berhasil meraih Prestasi Istimewa dengan peringkat ke-2.

 

Capaian tersebut menunjukkan hasil dari proses pembelajaran dan habituasi yang dijalani kedua peserta selama mengikuti Latsar. Lebih dari sekadar memenuhi tahapan pendidikan dan pelatihan, aktualisasi yang mereka kembangkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan kerja, baik pada aspek penguatan keamanan maupun tertib administrasi.

 

Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, mengapresiasi capaian yang diraih kedua CPNS tersebut. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi hasil positif dari kesungguhan peserta dalam mengikuti proses Latsar sekaligus mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan organisasi.

 

“Prestasi yang diraih Nada dan Halim tentu menjadi kebanggaan bagi Rutan Pelaihari. Yang lebih penting, keduanya mampu melihat kebutuhan di lingkungan kerja dan menerjemahkannya menjadi inovasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas. Kami berharap inovasi tersebut terus dikembangkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Eri.

 

Sebagai mentor, M. Adim Prasasta turut memberikan pendampingan selama proses penyusunan hingga pelaksanaan aktualisasi. Pendampingan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rancangan serta tetap relevan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas di Rutan Pelaihari.

 

“Proses aktualisasi memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengidentifikasi persoalan, menyusun solusi, dan menerapkannya di lingkungan kerja. Prestasi yang diraih menjadi hasil positif dari proses tersebut,” ungkap Adim.

 

Seminar berlangsung secara virtual dengan mengikuti seluruh rangkaian yang telah ditetapkan, termasuk pemaparan hasil aktualisasi serta penilaian dan evaluasi oleh penguji. Proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan kompetensi CPNS agar mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama Latsar ke dalam pelaksanaan tugas.

 

Keikutsertaan sekaligus capaian kedua CPNS Rutan Pelaihari dalam Latsar menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif. Melalui aktualisasi berbasis kebutuhan unit kerja, gagasan yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada tahapan seminar, tetapi dapat terus dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan.

 

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan inovasi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas di Rutan Pelaihari,” ujar Ahmad Halim Zain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *