Dekatkan Hasil Pembinaan ke Masyarakat, Rutan Pelaihari Salurkan Telur Asin dan Kerupuk ke UMKM Lokal

PELAIHARI, INFO_PAS — Hasil pembinaan kemandirian warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus didorong agar menjangkau masyarakat melalui pemasaran produk kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar rutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui distribusi telur asin dan kerupuk telur asin kepada pelaku usaha lokal pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan keterampilan yang dikembangkan warga binaan dengan peluang pemasaran di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan UMKM, produk hasil pembinaan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai hasil kegiatan di dalam rutan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

Dalam kegiatan yang didampingi petugas, Syahrida Amrina, tersebut, produk disalurkan kepada dua pelaku usaha, yakni Warung Blitar dan Jember. Warung Blitar menerima 81 butir telur asin dan empat bungkus kerupuk telur asin, sedangkan Jember menerima delapan butir telur asin dan dua bungkus kerupuk telur asin.

Syahrida Amrina mengatakan, distribusi produk tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pemasaran hasil pembinaan sekaligus memperkenalkan produk warga binaan kepada masyarakat melalui usaha lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin produk hasil pembinaan warga binaan semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang pemasaran yang lebih luas. Pembinaan kemandirian bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi juga mendorong agar produk tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat menjangkau konsumen,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu jalur yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat. Dengan adanya distribusi tersebut, produk warga binaan berpeluang masuk ke lingkungan usaha sehari-hari sehingga masyarakat dapat mengenal hasil keterampilan yang dikembangkan di dalam rutan.

Sementara itu, Siti selaku perwakilan UMKM penerima produk menyampaikan harapannya agar hasil pembinaan warga binaan semakin dikenal dan memiliki kesempatan untuk dipasarkan kepada lebih banyak konsumen.

“Produk telur asin dan kerupuk telur asin ini diharapkan dapat semakin dikenal masyarakat. Melalui pemasaran di warung dan usaha lokal, produk hasil pembinaan warga binaan berpeluang menjangkau lebih banyak konsumen,” ujar Siti.

Pemasaran produk melalui UMKM sejalan dengan program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dipasarkan melalui koperasi dan pelaku usaha. Langkah ini menempatkan pemasaran sebagai bagian penting dari pembinaan kemandirian, sehingga keterampilan produksi dapat disertai upaya memperluas akses pasar.

Bagi masyarakat, keterlibatan pelaku usaha lokal membuka ruang untuk mengenal produk hasil pembinaan warga binaan secara lebih dekat. Sementara itu, bagi warga binaan, pemasaran tersebut menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Rutan Pelaihari terus mendorong agar hasil pembinaan memiliki peluang untuk berkembang melalui pemasaran yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memperluas jangkauan distribusi dan membangun hubungan dengan UMKM lokal, produk warga binaan diharapkan dapat memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi yang mendukung proses kemandirian dan reintegrasi sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *