PELAIHARI, INFO_PAS — Keluhan kesehatan warga binaan pemasyarakatan (WBP) tidak dibiarkan berlarut. Rutan Kelas IIB Pelaihari melalui Klinik Pratama memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan dasar bagi WBP yang membutuhkan, Rabu (16/9/2026).
Sebanyak 17 WBP mendapatkan layanan kesehatan yang dilaksanakan mulai pukul 11.00 WITA hingga selesai. Kegiatan melibatkan dokter penanggung jawab Klinik Pratama bersama perawat dan petugas kesehatan Rutan Pelaihari.
Pelayanan diawali dari laporan WBP yang mengalami keluhan kesehatan kepada petugas blok. WBP kemudian diarahkan ke klinik untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter dan perawat. Setelah kondisi kesehatan diperiksa, WBP mendapatkan penanganan serta obat sesuai kebutuhan sebelum kembali ke blok hunian.
Dari 17 WBP yang mendapatkan layanan, sebanyak 16 orang merupakan narapidana laki-laki dan satu orang tahanan laki-laki.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, mengatakan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar dan hak kesehatan WBP tetap terpenuhi selama menjalani masa pidana.
“Ketika ada warga binaan yang menyampaikan keluhan kesehatan, kami memastikan mereka mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Dokter, perawat, dan petugas kesehatan berperan bersama agar setiap keluhan dapat ditindaklanjuti secara tepat,” ujar Galang.
Menurutnya, keterlibatan perawat dan petugas kesehatan juga penting dalam mendukung pelayanan sejak pemeriksaan hingga pemberian obat, sekaligus membantu memantau kondisi WBP setelah mendapatkan layanan.
“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal mengobati ketika sakit, tetapi juga memastikan kondisi warga binaan tetap terpantau. Karena itu, kami terus menjaga agar akses terhadap layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan teratur,” tambahnya.
Melalui Klinik Pratama, Rutan Pelaihari terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang responsif bagi WBP. Setiap keluhan menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pemeriksaan, penanganan, dan pemantauan sebagai bagian dari pelayanan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan kualitas hidup warga binaan.






