PELAIHARI, INFO_PAS – Bahan sederhana dapat menjadi awal dari sebuah keterampilan. Di Blok Wanita Rutan Kelas IIB Pelaihari, warga binaan mengolah bahan menjadi es mambo sebagai bagian dari kegiatan produktif yang memberi ruang untuk belajar, berkreasi, dan membangun kemandirian.
Proses pembuatan es mambo dilakukan secara langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas. Mereka belajar menyiapkan bahan, mengolah adonan, mengisi kemasan, hingga memastikan produk tersusun rapi dan siap disajikan. Setiap tahapan menjadi kesempatan untuk melatih ketelitian sekaligus menjaga kebersihan selama proses produksi.
Petugas Blok D, Astuti, mengatakan kegiatan sederhana seperti pembuatan es mambo memiliki nilai pembinaan ketika dilakukan secara konsisten dan disertai tanggung jawab.
“Yang kami tanamkan bukan hanya bagaimana membuat es mambo, tetapi bagaimana mereka belajar bekerja dengan teliti, menjaga kebersihan, membagi tugas, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Kebiasaan seperti ini yang kami harapkan terus terbawa ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Astuti.
Menurut Astuti, kegiatan produktif juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang positif. Interaksi dan kerja sama selama proses pembuatan turut melatih kemampuan berkomunikasi serta membangun sikap saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan perhatian Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, yang mendorong pembinaan agar tidak berhenti pada kegiatan di dalam Rutan, tetapi memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Es mambo yang dihasilkan dari Blok Wanita menjadi contoh bahwa pembinaan kemandirian dapat dimulai dari kegiatan sederhana. Ketika dilakukan dengan disiplin, keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi pengalaman kerja, membangun kepercayaan diri, sekaligus membuka wawasan warga binaan tentang peluang produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.






