Dandim 1703/Deiyai Memimpin Upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah

Dandim 1703/Deiyai Memimpin Upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah

Madi ~ Letkol Inf M.Habli Aufa, S.H. (Dandim 1703/Deiyai) Selaku Inspektur Upacara Memimpin Langsung Upacara dalam rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang di selenggarakan Pemeritah kabupaten paniai. dan untuk Lettu Cke Dirga ( Danton Kom satgas 711/RKS) selaku komandan Upacara, di ikuti sekitar 400 Orang yang bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Paniai Jalan Poros Madi- Enarotali, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai Provinsi Papua Tengah. Senin, 01/06/2026.

Upacara tersebut dihadiri , Usmar Bujar Skm (Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan SDM Kabupaten Paniai), Adnan (Stah Ahli Setda Bupati Paniai), Muh. Tamrin (Staf Ahli Setda Bupati Paniai), Seluruh Kepala OPD Kab. Paniai, Letkol Inf Habli Saufa (Dandim 1703/Deiyai), Letkol Daniel (Korwil Wilayah Mepago Kab. Dogiyai, Kab. Deiyai dan Kab. Paniai), Kompol Henry J. Manurung, S.Sos (Wakapolres Paniai), Kapten Inf Arjul Siregar (Danpos Satgas Mandala Kopassus), Kapten Inf Petrus Ivan (Pasiops Yonif 711/Rks), AKP Selvinus P. Sahetapy, S.H (Kabagops Polres Paniai), Lettu Inf Nano (Dantim Satgas Rajawali ), Lettu Cke Dirga (Danton Kom Satgas Yonif 711/Rks); dan Peltu Bili (Dantim Satgas Membramo Bais TNI).

Amanat yang dibacakan oleh Letkol Inf M.Habli Aufa, S.H. (Dandim 1703/Dy) selaku inspektur upacara adalah,
“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.”,

“Pancasila adalah “Bintang Penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.”,

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.”,

“Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.”,

“Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.”,

“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.”,

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.”,Tutup Dandim 1703/Deiyai.

Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 merupakan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa, dan Pemersatu dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Kehadiran peserta dari berbagai unsur menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Paniai.

Momentum Hari Lahir Pancasila diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera.

Selama pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang bertempat, di lapangan Upacara Kantor Bupati Paniai, dapat berjalan aman, lancar dan kondusif.

 

Sumber: Unit Dy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *