SIDRAP — Suasana malam di daerah Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, kerap diwarnai dengan aktivitas sederhana namun penuh keakraban. Di depan sebuah warung kelontong, sejumlah warga, mulai dari kalangan bapak-bapak hingga anak muda, rutin berkumpul untuk bermain domino.
Kegiatan tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu aktivitas warga untuk mengisi waktu luang pada malam hari. Permainan domino yang awalnya hanya menjadi hiburan sederhana, perlahan berkembang menjadi ajang berkumpul dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Setiap malam, suasana di depan warung kelontong tersebut selalu diramaikan oleh suara batu domino yang diletakkan di atas meja, diselingi canda, tawa, serta gurauan khas warga. Meski permainan berlangsung dengan suasana santai, tidak jarang terjadi persaingan seru antarpemain yang membuat suasana semakin ramai.
Menariknya, permainan domino tersebut tidak hanya diikuti oleh satu kelompok usia. Bapak-bapak dan anak muda dapat duduk bersama dalam satu meja, menikmati permainan sekaligus berbincang mengenai berbagai hal. Kebersamaan tersebut kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas malam warga setempat.
Seiring berjalannya waktu, kebiasaan berkumpul dan bermain domino tersebut akhirnya melahirkan sebuah kesepakatan di antara para pemain untuk membentuk sebuah wadah yang diberi nama Gardu Domino KSR.
Nama KSR sendiri diambil dari nama warung kelontong yang selama ini menjadi tempat berkumpul, yakni Kios Ratu. Nama tersebut kemudian disepakati sebagai identitas gardu domino yang menjadi tempat berkumpulnya para penggemar permainan domino di lingkungan tersebut.

Pembentukan Gardu Domino KSR bukan semata-mata untuk bermain domino, tetapi juga menjadi wadah bagi warga untuk menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan sosial. Permainan tersebut menjadi sarana sederhana bagi warga untuk bertemu, berkomunikasi, dan menikmati waktu bersama setelah menjalani aktivitas masing-masing sepanjang hari.
Dengan adanya Gardu Domino KSR, kegiatan yang sebelumnya hanya dilakukan secara spontan setiap malam kini memiliki identitas dan wadah tersendiri. Para anggota berharap kebersamaan tersebut dapat terus terjaga serta menjadi kegiatan positif yang mampu mempererat silaturahmi antarwarga di Batulappa.
Bagi mereka, domino bukan sekadar permainan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah. Lebih dari itu, meja domino di depan Kios Ratu telah menjadi tempat bertemunya warga, tempat bercanda, berbagi cerita, sekaligus menjaga keakraban di tengah kehidupan masyarakat.
Dari sebuah permainan sederhana di depan warung kelontong, lahirlah sebuah kebersamaan yang kemudian diberi nama Gardu Domino KSR — sebuah tempat berkumpul warga yang setiap malamnya selalu menghadirkan cerita dan keseruan tersendiri.





