Pidie — Babinsa Koramil 15/Tiro, Kopka Usman Kamil, turun langsung ke Keude Tiro untuk melakukan pengecekan ketersediaan bahan pokok (sembako) pasca banjir yang melanda wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah warga mengeluhkan kelangkaan bahan makanan serta kenaikan harga yang dinilai tidak wajar di pasaran.
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Kopka Usman Kamil berinteraksi dengan sejumlah pedagang, termasuk Ismail, seorang pedagang sembako yang beralamat di Desa Lhok Igeuh, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan pangan tetap aman dan harga tetap berada pada tingkat yang wajar bagi masyarakat.
“Kami menerima laporan dari warga bahwa beberapa bahan pokok mulai sulit didapat dan harga mengalami kenaikan. Oleh karena itu, kami turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan dan memantau harga, agar situasi tetap terkendali,” ujar Kopka Usman Kamil.
Selain memeriksa stok dan harga, Babinsa juga menghimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan situasi pasca bencana dengan menaikkan harga sembako secara berlebihan. Penegasan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya keresahan di tengah masyarakat yang masih dalam masa pemulihan usai banjir.
“Kami mengingatkan agar para pedagang tetap menjalankan usaha secara wajar dan tidak menaikkan harga yang dapat membebani warga. Situasi ini harus kita hadapi bersama dengan saling membantu,” tambahnya.
Sementara itu, pedagang Ismail menyampaikan bahwa sebagian harga sembako naik karena pasokan dari distributor terlambat masuk akibat akses jalan yang terhambat banjir. Namun ia memastikan tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik yang merugikan warga.
Dengan adanya pengecekan langsung dari Babinsa, diharapkan situasi distribusi dan harga sembako di wilayah Tiro/Truseb dapat kembali stabil sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama masa pemulihan pasca banjir.






