Rawat Tanaman di Kebun SAE, Rutan Pelaihari Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

PELAIHARI, INFO_PAS — Perawatan tanaman menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaga keberlangsungan program pertanian sekaligus membangun keterampilan warga binaan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan perawatan tanaman yang dilaksanakan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas pembinaan pertanian M. Ridho bersama warga binaan Subhan melakukan perawatan tanaman sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk terlibat langsung dalam proses budidaya, mulai dari memperhatikan kondisi tanaman hingga melakukan pemeliharaan sesuai kebutuhan di lapangan.

Perawatan tanaman tidak hanya berfokus pada kondisi fisik tanaman, tetapi juga membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan konsistensi. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan didorong untuk memahami bahwa keberhasilan pertanian tidak semata-mata ditentukan oleh penanaman dan panen, melainkan juga oleh perhatian terhadap setiap tahapan pertumbuhan.

Petugas Pembinaan Pertanian M. Ridho mengatakan bahwa pemeliharaan tanaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses budidaya. Menurut dia, perawatan yang dilakukan secara rutin diperlukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus memberikan pengalaman praktik pertanian kepada warga binaan.

“Perawatan tanaman mengajarkan bahwa hasil yang baik membutuhkan proses dan perhatian secara berkelanjutan. Kami ingin warga binaan memahami pentingnya ketekunan dalam memelihara tanaman, karena setiap tahapan memiliki peran dalam menentukan hasil akhirnya,” ujar Ridho.

Sementara itu, Subhan mengungkapkan bahwa kegiatan perawatan tanaman memberinya kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses pemeliharaan pertanian. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami keterampilan dasar yang dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk sebagai salah satu pilihan kegiatan produktif setelah kembali ke masyarakat.

“Kegiatan ini membuat kami belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab. Kami tidak hanya melakukan pekerjaan di kebun, tetapi juga belajar menjaga tanaman secara rutin agar dapat tumbuh dengan baik,” kata Subhan.

Keberadaan Kebun SAE menjadi sarana pembinaan yang menghubungkan kegiatan produktif dengan pengembangan keterampilan warga binaan. Melalui praktik pertanian secara langsung, warga binaan memperoleh pengalaman yang dapat menunjang kesiapan mereka untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan melalui pemanfaatan lahan produktif. Pengelolaan kebun secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengembangan kegiatan pertanian sekaligus membangun kebiasaan kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.

Rutan Kelas IIB Pelaihari terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar dan berlatih. Dengan demikian, proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada pengembangan kemampuan yang dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *