Dari Proses Pemeraman hingga Siap Diolah, Warga Binaan Perempuan Rutan Pelaihari Tekuni Pembuatan Telur Asin

PELAIHARI, INFO_PAS — Keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai jual terus dikembangkan melalui kegiatan pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Kali ini, warga binaan perempuan di Blok D mengikuti kegiatan pembuatan telur asin sebagai salah satu upaya mengasah keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan yang mendorong warga binaan untuk mengenal proses pengolahan pangan secara bertahap. Melalui praktik langsung, mereka berkesempatan mempelajari tahapan pembuatan telur asin sekaligus memahami pentingnya ketelitian dalam menghasilkan produk olahan yang baik.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan melakukan penanganan telur yang telah melalui proses pemeraman. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pembuatan telur asin sebelum produk diproses lebih lanjut sesuai metode pengolahan yang digunakan.

Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya sikap disiplin, ketekunan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diperlukan dalam proses pembinaan, sekaligus menjadi bekal ketika warga binaan kelak kembali ke tengah masyarakat.

Ibu Risa Gayatri menyampaikan bahwa kegiatan keterampilan seperti pembuatan telur asin diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis bagi warga binaan perempuan. Pembinaan kemandirian menjadi salah satu ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan dan mengenali peluang usaha yang dapat dijajaki pada masa mendatang.

“Melalui kegiatan pembuatan telur asin ini, kami berharap warga binaan perempuan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memiliki bekal untuk mengembangkan kegiatan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ibu Risa Gayatri.

Pengembangan keterampilan pengolahan pangan juga membuka peluang bagi warga binaan untuk mengenal proses menghasilkan produk yang berpotensi dipasarkan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kemampuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal awal untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesiapan menjalani kehidupan setelah bebas.

Rutan Pelaihari terus mendorong kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, termasuk melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan potensi produktif. Upaya ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas diri, penguatan kemandirian, dan tujuan agar setiap proses pembinaan pasti bermanfaat untuk masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *