PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana bengkel kerja Rutan Kelas IIB Pelaihari tampak aktif saat warga binaan mengerjakan reparasi dan kustomisasi kendaraan. Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, turut meninjau langsung proses kerja sekaligus melihat keterampilan yang dikembangkan warga binaan melalui kegiatan tersebut, Kamis (17/9/2026).
Saat meninjau pekerjaan, Eri melihat langsung warga binaan mengerjakan sejumlah bagian kendaraan, termasuk kustomisasi tempat ban serep yang ditempatkan di bagian dalam kendaraan pada baris kedua. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian dalam menentukan posisi, membuat dudukan, hingga memastikan penempatan ban tetap kokoh dan tidak mengganggu fungsi kendaraan.
Eri mengatakan bengkel kerja menjadi salah satu ruang pembinaan yang memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan. Menurutnya, keterampilan otomotif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan persoalan.
“Kalau mereka diberi kesempatan untuk bekerja langsung, keterampilan itu akan lebih mudah berkembang. Di sini mereka belajar dari pekerjaan nyata, bagaimana mengukur, memasang, memperbaiki, sampai memastikan hasilnya berfungsi dengan baik. Nilai pentingnya bukan hanya pada kendaraan yang selesai dikerjakan, tetapi pada kemampuan yang mereka bawa sebagai bekal nantinya,” ujar Eri.
Petugas Pengawasan Keterampilan Kemandirian, Joko Sutrisno, menjelaskan bahwa warga binaan dilibatkan dalam proses pengerjaan sesuai kemampuan dan arahan teknis yang diberikan.
“Pekerjaan kustomisasi seperti ini mengajarkan mereka untuk tidak sekadar memasang komponen. Mereka harus memperhitungkan posisi, kekuatan dudukan, ruang yang tersedia, dan aspek fungsionalnya. Dari situ ketelitian dan cara berpikir teknis mereka ikut terasah,” jelas Joko.
Kegiatan di bengkel kerja tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian Rutan Pelaihari. Melalui pengalaman bekerja secara langsung, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan yang dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bekal produktif ketika kembali ke masyarakat.






