Wujudkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas, Klinik Pratama Lapas Banjarbaru Jalani Kredensialing BPJS Kesehatan

Banjarbaru, INFO_PAS – Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru menjalani proses Kredensialing Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Jumat, (21/11). Dalam kegiatan tersebut, Lapas Banjarbaru menggandeng BPJS dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan.

Dalam kesempatan tersebut, tim Kredensialing BPJS Kesehatan Banjarbaru melakukan pengecekan terhadap fasilitas kesehatan yang ada di Klinik Pratama berupa ruang perawatan, ruang tindakan, ruang gigi, ruang obat, dan ruang pelayanan dasar lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara teliti untuk memastikan seluruh prosedur pelayanan sudah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, menyampaikan bahwa Lapas Banjarbaru terus berbenah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan melalui Klinik Pratama. Proses Kredensialing ini juga merupakan bentuk komitmen Lapas Banjarbaru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan.

“Kami telah melakukan penerbitan ijin klinik, melakukan akreditasi klinik dengan hasil Paripurna dan kemudian saat ini kami berusaha untuk melakukan kerja sama antara Klinik Pratama dengan BPJS Kesehatan Banjarbaru. Upaya ini kami lakukan guna memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada seluruh warga binaan,” ungkap Made.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kota Banjarbaru, Ira Ida Sanjaya, menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi usaha dan kinerja yang dilakukan Lapas Banjarbaru dalam meningkatkan layanan kesehatan di dalam Lapas. “Kredensialing ini menjadi langkah penting guna memastikan seluruh fasilitas layanan mitra BPJS kesehatan memberikan mutu terbaik bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Kami sangat berharap kerja sama ini nantinya dapat terwujud, namun sebelum itu kami perlu melakukan kredensialing terlebih dahulu,” terangnya.

Penilaian dalam kredensialing didasarkan pada dua aspek utama, yaitu aspek teknis pelayanan dan administrasi. Aspek teknis pelayanan menilai kualitas pelayanan yang diberikan oleh Fasyankes kepada peserta BPJS Kesehatan, sementara Aspek administrasi mencakup pengelolaan dokumen dan prosedur administratif Fasyankes.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Kepala Subseksi Perawatan Narapidana, Dokter Penanggung Jawab Klinik Pratama, Dokter Umum Eksternal, Dokter Gigi Eksternal, Apoteker Eksternal, serta staf Klinik Pratama yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada Warga Binaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *