PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kental di Masjid Rutan Kelas IIB Pelaihari pada Sabtu (21/03) 06.30 Wita s/d selesai, saat seluruh warga binaan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah. Momen hari kemenangan ini menjadi ruang spiritual yang mempertemukan harapan, refleksi diri, serta semangat untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.
Sholat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah dengan diikuti oleh warga binaan serta jajaran petugas Rutan Pelaihari. Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, turut hadir dan membaur di tengah-tengah warga binaan, menandakan kebersamaan yang tidak terpisahkan dalam suasana hari raya.
Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat, diawali dengan takbir yang menggema di seluruh area masjid, menciptakan suasana penuh syukur setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan spiritual yang telah dilalui.
Bertindak sebagai khatib, Guru Anas dalam khutbahnya mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik dalam memperbaiki diri. Ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadan sejatinya tercermin dari perubahan sikap dan perilaku setelahnya.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada fitrah. Setelah melewati bulan Ramadan, mari kita jadikan diri kita lebih baik, lebih sabar, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Hari kemenangan ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih,” ujar Guru Anas dalam khutbahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menyampaikan harapannya agar seluruh warga binaan tetap dapat merasakan makna Idul Fitri meskipun sedang menjalani masa pembinaan di dalam rutan.
“Kami berupaya menghadirkan suasana Idul Fitri yang tetap hangat dan bermakna bagi warga binaan. Semoga momen ini dapat dirasakan sebagai hari kemenangan yang membawa kebahagiaan, serta menjadi semangat baru untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Usai pelaksanaan sholat, suasana penuh keakraban semakin terasa melalui kegiatan salam-salaman antara warga binaan dengan Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, bersama para Pejabat Struktural dan seluruh petugas. Momen tersebut menjadi wujud nyata nilai kebersamaan dan saling memaafkan di Hari Raya Idul Fitri, yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Rutan juga menyampaikan ucapan, “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” yang disambut hangat oleh seluruh warga binaan dan petugas yang hadir.
Perayaan Idul Fitri di Rutan Pelaihari tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian, yang menghadirkan harapan baru bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.






