PELAIHARI, INFO_PAS — Pagi di depan Aula Rutan Kelas IIB Pelaihari, Senin (2/3) pukul 09.30 WITA, tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah warga binaan mengikuti kegiatan pembersihan dan persiapan packing telur asin, tahap akhir sebelum produk dipasarkan. Setelah beberapa hari sebelumnya telur melalui proses peraman, hari ini menjadi momen “panen hasil peraman”—menentukan kualitas rasa sekaligus tampilan produk saat sampai ke tangan pembeli.
Kegiatan diawali dengan membersihkan sisa bahan peraman yang menempel pada kulit telur, kemudian mencuci, mengeringkan, dan memilah telur berdasarkan kondisi fisik. Proses dilanjutkan dengan penataan dan pengemasan secara rapi agar telur tetap aman, bersih, dan menarik saat didistribusikan. Tahap ini juga menjadi pembelajaran penting tentang ketelitian, kebersihan, dan standar produk—hal-hal kecil yang berpengaruh besar pada kepuasan pelanggan.
Pengawas kegiatan pembinaan, Titin Partini, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan bagian penentu untuk memastikan hasil akhir sesuai harapan.
“Hari ini kita panen hasil peraman telur asin yang sudah beberapa hari diproses. Peraman itu penting supaya rasa lebih meresap dan hasilnya lebih baik serta memuaskan ketika dipasarkan. Harapannya, produk telur asin Rutan Pelaihari semakin dipercaya, kualitasnya konsisten, dan bisa terus memenuhi kebutuhan pesanan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan, Siti, yang terlibat dalam kegiatan turut mengungkapkan rasa syukur atas capaian hari ini.
“Saya bersyukur, hasil hari ini banyak dan bisa memenuhi semua pesanan pasar. Semoga semua pembeli senang dengan hasil telur asin Rutan Pelaihari,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari tidak hanya menyiapkan produk siap jual, tetapi juga menanamkan kebiasaan kerja yang rapi, higienis, dan bertanggung jawab. Bekal keterampilan yang dapat bermanfaat bagi warga binaan ke depannya, sekaligus memperkuat pemasaran produk karya warga binaan di tengah masyarakat.






