Perkuat Keimanan Warga Binaan, Rutan Pelaihari Gelar Peringatan Isra Mi’raj dan Haul Abah Guru Sekumpul

PELAIHARI, INFO_PAS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dirangkaikan dengan Haul Abah Guru Sekumpul, Sabtu (10/1/2026) pukul 09.00 WITA s.d. selesai, bertempat di Masjid Rutan Kelas IIB Pelaihari. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib sebagai bagian dari penguatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan.

Kegiatan diawali dengan maulid habsyi yang dibawakan oleh warga binaan. Lantunan shalawat menggema di masjid, menghadirkan suasana religius yang menenangkan sekaligus membangun kebersamaan. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu warga binaan, sebagai pengantar memasuki inti kegiatan.

Momentum peringatan Isra Mi’raj dan Haul Abah Guru Sekumpul kemudian diisi ceramah agama bersama H. Usfia Rusdi. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah meneladani perjalanan agung Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra Mi’raj—perjalanan malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, lalu dilanjutkan mi’raj menembus lapisan langit hingga mencapai tempat yang dimuliakan Allah SWT.

H. Usfia Rusdi menjelaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar kisah luar biasa, melainkan pelajaran tentang keteguhan iman dan kemuliaan ibadah. Ia menekankan bahwa di balik perjalanan tersebut, umat Islam menerima “hadiah” paling besar, yakni perintah shalat yang menjadi penguat jiwa dan penuntun perilaku.

“Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Rasulullah SAW diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah. Tapi hadiah terbesar untuk umat ini adalah shalat—bekal yang menjaga hati tetap hidup, meski kita sedang diuji,” tutur H. Usfia Rusdi.

Ia menambahkan, keteladanan Nabi dalam Isra Mi’raj menunjukkan bahwa setelah masa sulit dan ujian berat, Allah selalu menyiapkan jalan penguatan. Karena itu, warga binaan diajak menjadikan shalat dan dzikir sebagai titik balik memperbaiki diri, menjaga adab, dan menata masa depan.

“Kalau Rasulullah melewati perjalanan itu dengan iman dan keyakinan, maka kita pun bisa melewati masa pembinaan ini dengan sabar. Mulainya dari shalat yang dijaga—karena shalat itu ‘mi’raj’ kita setiap hari,” lanjutnya.

Selaras dengan tema haul, H. Usfia Rusdi turut mengingatkan keteladanan Abah Guru Sekumpul yang dikenal menekankan adab, kesabaran, dan kelembutan hati. Nilai-nilai itu, menurutnya, penting dijadikan pegangan oleh warga binaan dalam menjalani masa pembinaan—agar proses yang dijalani tidak berhenti sebagai rutinitas, melainkan menjadi perjalanan memperbaiki diri.

Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan semacam ini menjadi ruang pembinaan kepribadian yang berdampak langsung pada ketertiban dan suasana rutan.

“Peringatan Isra Mi’raj dan Haul Abah Guru Sekumpul menjadi momentum muhasabah. Kami dorong warga binaan memperkuat ibadah dan memperbaiki diri, agar pembinaan benar-benar bermakna dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan agar seluruh jamaah—baik warga binaan maupun petugas—diberi keistiqamahan dalam menjalankan ibadah serta mampu menjaga sikap dan perilaku. Melalui peringatan ini, Rutan Kelas IIB Pelaihari menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas sebagai bekal kembali ke masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *