PELAIHARI, INFO_PAS — Awal tahun 2026 dimanfaatkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari untuk menguatkan pembinaan kepribadian warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang digelar Senin (5/1) di Masjid Istiqomah Rutan Pelaihari.
Bagi kami warga binaan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menata diri sekaligus membangun kebiasaan positif. Pembinaan TPA tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan disiplin, ketenangan, dan kesadaran untuk terus memperbaiki sikap selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan pembelajaran secara berkelompok. Petugas pembinaan mendampingi secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Warga binaan yang masih belajar diarahkan mengenal huruf hijaiyah, sementara peserta yang sudah lancar dibimbing memperbaiki tajwid, makhraj, dan kelancaran bacaan.
Pendekatan tersebut membuat suasana pembinaan terasa lebih tenang dan inklusif. Tidak ada paksaan, yang ada adalah proses belajar bersama. Kami merasa diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuan, tanpa rasa takut atau tertekan.
Pengawas kegiatan pembinaan TPA, Abdul Latief, menjelaskan bahwa pembinaan religius menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadian warga binaan. Menurutnya, pembinaan di awal tahun diarahkan agar warga binaan memiliki semangat baru, sekaligus kesiapan mental dalam mengikuti seluruh program pembinaan yang dijalankan rutan.
“Pembinaan TPA ini kami jadikan pintu masuk penguatan kepribadian di awal tahun. Harapannya, warga binaan bisa menjalani proses pembinaan dengan lebih tenang, tertib, dan memiliki kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dampak pembinaan ini mulai dirasakan warga binaan. Rifani, salah satu peserta, mengaku kemampuan membaca Al-Qur’annya perlahan mengalami peningkatan. Lebih dari itu, ia merasakan ketenangan batin yang membantunya lebih fokus menjalani hari-hari di dalam rutan.
“Dulu saya belum lancar membaca Al-Qur’an. Di sini diajari dari dasar. Pelan-pelan saya bisa mengikuti. Yang paling terasa, pikiran jadi lebih tenang dan lebih sadar untuk memperbaiki diri,” katanya.
Selain pembelajaran baca Al-Qur’an, petugas juga menyisipkan pesan-pesan moral tentang pentingnya menjaga sikap, menghormati sesama, dan memanfaatkan waktu pembinaan secara positif. Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi menyentuh perilaku sehari-hari.
Ke depan, pembinaan TPA akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan sepanjang 2026. Melalui kolaborasi petugas dan partisipasi aktif warga binaan, Rutan Pelaihari berharap pembinaan kepribadian dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan saat kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat.






