PELAIHARI — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari terus mengupayakan pembinaan menyeluruh bagi Warga Binaan, tidak hanya pada aspek keterampilan tetapi juga mental dan spiritual. Pada Senin, (8/12), Rutan Pelaihari terus melakukan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara rutin.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.20 WITA hingga selesai, berlokasi di Masjid Istiqomah Rutan Kelas IIB Pelaihari. Pelaksanaan TPA diikuti oleh Petugas serta Warga Binaan dari berbagai latar belakang, baik yang telah mahir membaca Al-Qur’an maupun yang masih dalam tahap pembelajaran dasar. Pembimbing memulai kegiatan dengan pembacaan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran tajwid, hafalan, pemahaman makna ayat, serta nasihat keagamaan mengenai pentingnya akhlak dan pembinaan karakter.
Petugas Pelayanan Tahanan selaku pembimbing kegiatan TPA, Abdul Latief, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian berbasis keagamaan menjadi bagian integral dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan spiritual yang diberikan secara konsisten dapat membantu Warga Binaan menjalani masa pidana dengan lebih baik dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat.
“Kegiatan TPA ini merupakan program rutin yang selalu kami laksanakan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian. Tidak hanya sebatas belajar membaca Al-Qur’an, kegiatan ini bertujuan membimbing para Warga Binaan untuk memperbaiki pola pikir, menanamkan nilai-nilai akhlak, dan membentuk karakter yang lebih baik,” ujar Abdul Latief.
“Kami berharap ilmu dan kebiasaan positif ini dapat terus berlanjut setelah mereka bebas, sehingga mampu menjadi bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Kegiatan TPA juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kualitas diri dan membangun lingkungan pembinaan yang kondusif. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti sesi pembelajaran—mulai dari membaca ayat, bertanya mengenai hukum bacaan, hingga berdiskusi tentang pesan-pesan moral dalam Al-Qur’an. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara personal oleh pembimbing agar setiap peserta dapat berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
Program ini mendapatkan sambutan positif dari para Warga Binaan. Salah satu peserta, Iwan, mengungkapkan bahwa kegiatan TPA memberikan manfaat besar bagi dirinya selama menjalani masa pidana.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan TPA ini karena ilmu agama saya bertambah dan hati terasa lebih tenang. Di sini saya belajar memperbaiki diri dan menyadari pentingnya menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap bisa terus konsisten mempelajari Al-Qur’an sampai nanti kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan TPA, Rutan Kelas IIB Pelaihari menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, keterampilan, serta kesehatan mental dan spiritual. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah perkembangan karakter positif dan memberi dorongan bagi para Warga Binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi secara positif setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.






