Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjarbaru laksanakan panen 50 kg kacang edamame sebagai bagian pembinaan kemandirian dan dukungan ketahanan pangan yang melibatkan Warga Binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin, (15/12). Panen ini bertujuan memaksimalkan hasil budidaya pertanian Warga Binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan asimilasi secara produktif.
Panen kacang edamame tersebut merupakan hasil budidaya yang dikelola secara langsung oleh Warga Binaan Lapas Banjarbaru melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Panen dilakukan sebagai siklus tanam yang telah direncanakan dan diawasi oleh petugas pembinaan guna memastikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, menyampaikan kegiatan ini merupakan implementasi dukungan terhadap 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, khususnya di bidang ketahanan pangan. “Panen edamame ini menjadi bukti Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomi dan mendukung ketahanan pangan melalui pembinaan yang terarah,” ujarnya.
Sebanyak lima Warga Binaan terlibat aktif dalam kegiatan panen di area pertanian SAE Lapas Banjarbaru. Salah satu Warga Binaan yang terlibat, Haryanto, mengungkapkan kegiatan ini memberikan pengalaman dan keterampilan baru. “Saya merasa bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan pertanian ini karena menambah pengetahuan dan bekal keterampilan bagi kami,” ujarnya.
Senada, peserta magang batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan RI, Novita, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus berlanjut. “Program ini sangat positif dan diharapkan terus dikembangkan untuk mendukung pembinaan dan ketahanan pangan di Lapas Banjarbaru,” tuturnya.






