Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru laksanakan pembinaan kemandirian berupa pembuatan kompos dan pupuk organik cair kepada lima Warga Binaan pada Rabu, (21/01). Kegiatan ini bertempat di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Banjarbaru dan diawasi staf seksi kegiatan kerja (giatja).
Kepala Subseksi Giatja, Ady Tri Marwoko, menyampaikan pelatihan pertanian menjadi salah satu program unggulan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lapas. “Kami mendorong agar Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas, termasuk kemampuan mengolah pupuk organik yang masih memiliki peluang usaha,” ujarnya.
Kegiatan dilakukan melalui praktik langsung agar Warga Binaan memahami proses pengolahan bahan organik hingga menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Salah satu Warga Binaan, Santoso, mendapat pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Saya baru pertama kali belajar membuat pupuk cair dan ternyata prosesnya tidak sulit kalau dipraktikkan. Saya berharap bisa memanfaatkan keterampilan ini setelah bebas,” ungkapnya.
Pembinaan kemandirian ini bertujuan meningkatkan keterampilan Warga Binaan di bidang pertanian serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada sektor kemandirian pangan.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, Lapas Banjarbaru berharap Warga Binaan memiliki kemampuan tambahan yang dapat mendukung kegiatan pertanian dan membuka peluang usaha di masyarakat, sekaligus memperkuat program kemandirian pangan secara berkelanjutan.






