Pidie — Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Serda Banta Heri Purnama, melakukan komunikasi sosial (komsos) dengan warga Desa Mampre, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, yang tengah melakukan aktivitas penggilingan padi, Selasa (02/11/2025).
Dalam pertemuan itu, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi setelah banjir melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas harian, terutama para petani yang bergantung pada BBM untuk mengoperasikan mesin penggiling maupun peralatan pertanian lainnya.
Salah seorang warga, Harun, mengungkapkan bahwa sejak banjir surut, distribusi BBM belum sepenuhnya pulih. “Kami kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan mesin. Kalau pun ada, harganya lebih tinggi dan jumlahnya terbatas. Ini sangat mempengaruhi proses penggilingan padi,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Serda Banta Heri Purnama mengatakan bahwa pihaknya akan meneruskan aspirasi masyarakat kepada komando atas dan instansi terkait guna mempercepat pemulihan distribusi BBM. Ia menegaskan bahwa keberadaan Babinsa di desa bukan hanya untuk pembinaan teritorial, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, terutama pascabencana.
“Kami akan laporkan situasi ini agar ada penanganan segera. Harapan kita semua, suplai BBM dapat kembali normal sehingga aktivitas masyarakat, khususnya petani, bisa berjalan lancar,” katanya.
Hingga kini, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mempercepat normalisasi distribusi BBM agar roda ekonomi, terutama sektor pertanian, kembali pulih.






