DANRAMIL 1703-01/ENAROTALI HADIRI APEL KESIAPAN TANGGAP DARURAT BENCANA HIDROMETEOROLOGI TAHUN 2025 DI POLRES PANIAI

Paniai – Kapten Inf Eko Warsito selaku Danramil 1703-01/Enarotali turut hadir dalam kegiatan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang digelar oleh Polres Paniai, bertempat di Lapangan Apel Polres Paniai, Kampung Madi, Jln. Bhayangkara No 2, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Kehadiran Danramil merupakan bentuk sinergitas TNI bersama Polri dan unsur pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Paniai. Pada Rabu (05/11/2025).

Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Dalam kegiatan tersebut, Danramil menegaskan komitmen TNI untuk selalu siap membantu masyarakat dan mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana demi keselamatan bersama.

Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun, S.I.P., S.I.K., M.Si., M.Tr.Opsla Membacakan Amanat Kapolri Dalam Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, serta beberapa Poin-Poin Penting Amanat Kapolri :

1. *Kesiapan Maksimal*
Seluruh personel Polri dan unsur terkait diminta untuk selalu siaga dan siap menghadapi bencana alam, terutama menghadapi cuaca ekstrem akibat fenomena hidrometeorologi.

2. *Sinergitas Lintas Sektor*
Pentingnya koordinasi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan instansi teknis lainnya guna mempercepat respons penanganan saat terjadi bencana.

3. *Edukasi dan Sosialisasi*
Perintah kepada seluruh jajaran untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana serta langkah penyelamatan mandiri.

4. *Pemetaan Daerah Rawan*
Seluruh jajaran diminta berkolaborasi dengan BPBD dalam memetakan wilayah rawan bencana dan memastikan jalur evakuasi aman dan tersedia.

5. *Cek Sarpras dan Logistik*
Pastikan seluruh peralatan, logistik, dan kendaraan operasional tanggap darurat dalam kondisi baik dan siap digunakan setiap saat.

6. *Tanggap, Cepat, dan Humanis* Penanganan bencana harus dilaksanakan secara cepat, tepat, dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, dengan pendekatan yang ramah kepada masyarakat terdampak.

7. *Laporan dan Evaluasi*
Setiap kegiatan penanganan darurat harus dilaporkan secara akurat dan dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan penanganan bencana ke depan. Di akhir Amanatnya Kapolri mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh jajaran dan berharap sinergi ini terus ditingkatkan guna melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam,” tutup Kapolres Paniai.

Kapten Inf Eko Warsito menyampaikan bahwa pihaknya selalu siap mendukung upaya tanggap darurat bencana, khususnya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Paniai.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami akan terus bersinergi dengan Polri, BPBD, dan seluruh instansi terkait guna memberikan respon cepat dan tepat dalam setiap situasi darurat, demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Danramil juga menegaskan bahwa Babinsa di tiap kampung akan ikut aktif memantau situasi dan memberikan laporan dini apabila terjadi bencana, serta membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *