Dandim 1811/TW, Letkol Inf Budi Setiadi, S.I.P., mendampingi Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, S.H., M.Si dan Bupati Teluk Wondam, Elysa Auri, S.E., M.M., pada Peletakan Batu Pertama Revitalisasi Kawasan Aitumeri, Distrik Wasior hari Minggu (04/05/2025).
Revitalisasi atau pembangunan kembali Situs Aitumeiri dilakukan agar kawasan yang memiliki peranan penting dalam sejarah peradaban orang Papua tersebut dapat ditata ulang. Sejarah mencatat, pada 25 Oktober 1925 di Aitumeiri, tepatnya di Bukit Aitumeiri, dibuka sekolah formal pertama untuk mendidik orang asli Papua mengenal tulis baca dan berhitung. Juga berbagai macam pengetahuan lainnya.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, S.H., M.Si; Gubernur Papua Barat menyampaikan apresiasi kepada Masyarakat Teluk Wondama. “Sebagai Gubernur Papua Barat saya menyampaikan rasa bangga dan pengahargaan yang setinggi tingginya kepada seluruh masyarakat Wondama yang sangat setia merawat sejarah, serta nilai budaya lokal yang diwujudkan dengan Revitalisasi Situs Aitumeri dalam rangka Peringatan HUT 159 Tahun Pekabaran Injil Di Wondama,” tuturnya.
Acara Peletakan Batu Pertama Revitalisasi Kawasan Aitumeri dirangkaikan dengan Ibadah Syukur HUT ke 159 Pekabaran Injil di Teluk Wondama yang mengangkat tema “Tuhan Pertolongan dan Perlindunganku”.
Selain Wakil Gubernur dan Bupati, acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Kapolres, Ketua DPRK, Ketua Sinode GKI Tanah Papua, Ketua Klasis, Ketua DAP, Sekda, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.
Masuknya Injil yang menandai dimulainya penyebaran agama Kristen di Teluk Wondama terjadi pada 4 Mei 1866. Misionaris asal Jerman Franz Mosche adalah tokoh yang pertama kali memulai misi pewartaan Injil di Teluk Wondama tepatnya di Kampung Yomber, Pulau Roswar, Kab. Teluk Wondama.






